Wednesday, November 11, 2009
Kecil Buat Mereka, Berarti Besar Buatku
Putar – putar otak..cari – cari peluang untuk diangkat jadi topik pamungkas yg menjadikanku sarjana. Puyeng? Banget.. semester ini aja blom habis, udah harus mikir yang di depan. Toleh kanan, toleh kiri, i’m still clueless. Hal yang aku lakukan? Berdoa, ato mungkin menunggu bintang jatuh dan memberikanku ide? Ato berdoa minta bintang jatuh? Ah tambah aneh saja diriku..
Hal yang aku tahu, apa yang sekarang ada di depanku, aku kerjain dulu sebaik – baiknya..
Muter – muter dari rumah ke kampus, pemandangan yang aku lihat adalah adek – adek kelas yang ketawa hahahihi (tertawalah dek, selama km bisa..nikmatilah surgamu hihihihi). Giliran ngeliat muka yang rada familiar ato rada tua, yang keliatan adalah muka - muka bimbingan dan revisi. (yak, pemandangan ini yang bikin ngerasa ”neraka” sudah dekat..ato sangat dekat mungkin?)
Beberapa temen mungkin berpikir kalau, akan lebih mudah buat aku melewati masa – masa ”menantang” itu. Hal yang mereka nggak tau adalah, aku sama ”lemah”nya sama mereka. But anyway, thx for the faith guys.. Meskipuuun pusing, bukan berarti patah semangat! Mungkin ini yang membedakan: SEMANGAT!
Jgn berhenti mencari, jangan berhenti waspada, daaann yang pasti.. pilih dg cermat apa dan siapa yang harus kita perhatiin. Saat mau menyerah, ingat bahwa kita nggak sendirian. Mungkin di luar sana banyak yang juga berjuang. Saat mau maju, lihat orang – orang yang bisa memberikan semangat positif buat kita.
Jangan ngerasa terintimidasi ato ngerasa kalah kalo ngeliat orang lain maju, walaupun itu sedikit banyak melemahkanku .. yaah..”keder” juga ngeliat orang – orang hebat. Di saat – saat ini, aku sangaaaat – sangaaat bersyukur aku punya temen – temen yang..mungkin mereka nggak sadar..udah kasi semangat buat aku.
Aku mau bilang trimakasih buat:
Wdianti Gunawan Wijaya a.k.a Bebe: you’re an inspirational, brave, bold, and tough girl. Maybe you found me just like you..tapi be, “tahan banting” mu itu yg aku nggak punya. =) dan hal yang buat aku salut: Yes, I can see God in you. You know who you are as His beloved daughter and u know exactly that your Father could do everything
Ryan Hendrapraja: ryaaaannn… terharuuuu bangeeettt baca message berisi insiprasi dr kamu. Doakan daku ryan supaya nemu “pencerahan” hihi..
Ella Pamela: elllaaaa.. oke, mungkin kamu nggak sadar kalo aku bakal terinspirasi sm kamu. But I like your spirit girl.. especially when u said “kalo aku bukan ella, mungkin aku udah jadi gila garap ini”. yup, aku blm tentu bs kayak kamu La.
Moga – moga aku, sebagai seorang kakak kelas, bisa menginspirasi adek2 kelasku juga..just like what you guys did to me
Tuesday, November 10, 2009
Just add the salt..nyummy..
Pake garam di dalem makanan, kayaknya bukan Cuma aku yang suka. Kebanyakan orang kalo masak, emang pake garam. Tapi pernah nggak waktu kita makan, terus kita bisa ngeliat butiran- butiran garam itu dalam makanan kita? Kayaknya enggak deh..bisa nggak kita bilang, ”eh iya, itu garamnya..keliatan y?” ato mungkin waktu kita makan, kita bilang ”hmm..garamnya enak” yang kerasa di lidah pastinya keseluruhan makanan yang lagi kita makan, dalam kasusku, aku Cuma bisa ngerasain sop ayam secara keseluruhannya.
Garam..”mempesona” orang – orang yang memakannya, tanpa perlu menjadi berlebihan.
Saat justru garam itu kebanyakan, cara yang mungkin dilakukan adalah dengan menambah kadar air, supaya mau nggak mau, garam itu dipaksa larut dalam air yang lebih banyak..
Garam..tidak pernah menjadi suatu benda yang tampak dan diutamakan, sekalipun ia memainkan peran ”penting” dalam makanan.
Sekalipun jumlahnya sedikit, berpengaruh pada keseluruhan makanan.
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.
Wednesday, October 28, 2009
Being Geisha
Semalem habis nonton (lagi) Memoirs of Geisha. Bukan karena aku suka banget sama film itu, tapi karena film itu keputer di TV kamar yg emang lagi nyala & aq tonton randomly.
Singkat cerita, film bersetting negeri Sakura ini ceritanya anak kecil bernama Chiyo, yang kemudian belajar untuk jadi seorang Geisha. Setelah jadi Geisha, dia pake nama beken ”Sayuri”. Tugas dr Geisha adalahuntuk menghibur tamu – tamu, yang mayoritas pria. Menghibur? Iya, lewat nyanyi, nari, menuang teh, dan menemani. That’s it, nothing more. Geisha sendiri berarti “seniman”, yang kalo bahasa Inggris jadi “Artist”. Di film ini, Zhang Ziyi yang bermain sebagai Sayuri, diperlihatkan belajar menari, belajar duduk dengan sikap anggun, menuang teh dan berbagai kesenian lain.
Hal yang aku liat dari film ini, adalah saat Zhang Ziyi menari. Dengan lihai dia muter – muter kipas di tangannya. Ngelempar, trus nangkep dengan anggun dan lincah. Pikiran yang waktu itu ada di kepala ”gila, dia latian berapa lama ya? Gini kalo di luar dunia film, berarti dia hebat juga dong main – mainin tu kipas..ato apapunlah”. Mungkin siapa tau dia akhirnya bisa muter –muter bola basket juga? Hihihi..
Sebagai seorang Geisha, seniman, artist, ato yang dalam bahasa Indonesia disamakan dengan istilah ”Artis”, Zhang Ziyi termasuk salah satu yang total dalam mendalami karakternya. Bukan hanya ”karakter” dalam arti watak, sikap, sifat, namun juga untuk memiliki keahlian yang sama dengan peran yang dia mainkan. Selain Zhang Ziyi pasti banyak aktris/aktor laen yang juga total dalam perannya. Misalnyaaa..untuk sebuah film action, bisa bayangin latihan fisik yang mereka jalanin. Selain untuk bentuk badan, mereka pasti juga latihan ”action”. Misal gimana megang pistol yg bener, gimana postur tubuh pas lagi fight scene. Yaah..walaupun dlm beberapa scene, mungkin ada pemeran pengganti yang gantiin.
Contoh lain, film High School Musical. Aku nggak tau gimana penilaian kalian sama film ini, tapi aku secara pribadi, suka dengan gaya tarian mereka, nyanyian mereka, gimana koreografi menyatu sama nyanyian yang mereka bawa. Hal yang penting di sini, mereka bener – bener NARI and NYANYI. Dari artis- artis, atau seniman – seniman itu, aku belajar tentang mereka sebagai seorang SENIMAN (ARTIST), Bukan sekedar ENTERTAINER.
Kenapa mereka bisa sukses? Main di sana – sini? Dari pandanganku, bukan karena aji mumpung. Tapi ya, mereka siap untuk menjalani peran yang ditawarkan. Kesempatan diberikan, dan mereka bisa mengambilnya, kenapa? Karena mereka sudah siap untuk itu. Hasilnya? KARYA yang memang INDAH.
Dari “sinetron” ala barat yang aku ikutin, mereka bener-total. Seluruh pemain CSI yang jadi detektif brilian, Grey’s anatomy tentang dilema kehidupan dokter –dokter, semua tampak alami. Jujur, selama nonton sinetron indonesia, aku jd bingung. Yang jahat selllaaluuu ada aja jalan (yah walaupun kena imbasnya terakhir. Masalahnya, TERAKHIR nya tu lho lama, alias lama tamatnya), yang baik terlalu polos sampe ketipu terus (enggak tau ini polos atau o’on..sorry for being rude, but this is me).
Tidak ada maksud merendahkan, hanya sedang mempertanyakan.. aktor dan aktris kita mau dibawa kemana? Sebagai ARTIST, ENTERTAINER, atau ARTIST n ENTERTAINER?
Sunday, September 6, 2009
Let's Drawing with The Children
Children love to draw.. yeaah.. rasanya semua anak suka ‘gambar. Sekalipuuunnn mereka nggak hobi, tapi..pasti mereka suka coret – coret. Coba deh dikasi kertas kosong sama spidol, nggak lama pasti tuh kertas udah berisi coretan – coretan yang kita sendiri nggak tau apa itu artinya. Jangankan kertas, tembok rumah pun bisa jadi korban. That was what I did at my home when I was a child.
Saat seorang anak menggambar atau mewarnai, yang dia gambar adalah apa yang ada di kepalanya. Apa yang ada di impiannya. Apa yang dia bayangkan.. kadang warna laut yang menurut kita biru, bisa jadi merah di tangan seorang anak kecil. Well, itulah bayangan seorang anak. Tapi apakah iya semua anak punya angan dan impian seindah itu?
Suatu siang yang supeeerrr dupeer panassss (heran,kotaku tambah hari tambah paanasss), waktunya makan siang. Meluncurlaahhh aku n beberapa rekan buat lunch.. di mobil aja rasanya udah panas.. bahasa slang nya “mak nyoss”
Singkat cerita, tibalah kami di sebuah resto cepat saji (alias fast food resto). Jalan dari parkiran mobil, sampe ke pintu masuk aja rasanya nggaakk karuaaann panasnya. Maklum, adanya tempat parker outdoor. Jadi yaaahh…cepet2lah kami bertiga masuk n order makanan. Fiuuhh.. di dalem asooy. Dingin..nyaman. apalagi makanannya juga menjadi penyelamat buat perut yang keroncongaann… lapaarr hebaat..
Selesai makan, waktunya buat kembali ke aktifitas semula. Keluarlah kami dr tempat makan itu, dan berjuang menahan panas dari matahari yang pas di atas ubun2 kepala. Kayaknya kalo buat jemur pakaian, 1 jam aja udah kering tu baju kalo panasnya kayak begini. Sambil berlari – lari kecil, larilah aku menuju ke mobil.
Di deket mobil, ada beberapa pohon kurus – kurus, tapi lumayan lah buat berlindung dari panas. Karena panas yang luar biasa, akupun cepet - cepet masuk ke mobil. Namun samar – samar sebelum aku menutup pintu mobil, tiba – tiba ada suara,
“ mbak, mau beli Koran?”. Sontak aku menoleh..dan aku melihat sesosok bocah laki – laki duduk di bawah bayang – bayang pohon yang berjajar. Kalo dari penampilannya, usianya sekitar baru 8 atau 9 tahun. Aq lihat di sekitarnya ada setumpuk Koran yang masih menumpuk, padahal hari sudah siang..bahkan sudah lewat dari tengah hari! Selain Koran, ada sebuah kardus yang masih berbentuk kotak utuh, namun bagian atasnya terbuka.
Hal berikutnya, aku pun menutup intu mobil. Bocah tersebut hanya memandang ke arah pintu mobil dan dia pun berhenti menawarkan Koran yang dijualnya. Beberapa detik kemudian, satu hal yang aku tahu, hal yang muncul di kepalaku adalah “berbagilah”. Sontak aku melepaskan sabuk pengaman yang sudah sempat aku pakai, dan aku pun melangkah keluar mobil. Aku berjalan ke arah bocah itu dan memberikan padanya apa yang aku bisa beri. Bagiku, bocah tersebut bukan meminta – minta. Dia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Setelah menerima pemberianku, bocah itu hanya duduk dan mengambil kardus yang sedari tadi ada di dekatnya. Ternyata kardus itu dia gunakan untuk memasukkan kepalanya hingga sebatas pundak. Melindungi bagian kepala hingga pundak dari panas yang menyengat, untuk kemudian bisa tertidur sesaat.
Kalau aku bisa duduk nyaman di mobil dan merasa panas, bagaimana dengan dia?
Kalau aku bisa makan di tempat yang enak dan dingin, bagaimana dengan dia?
Aku mungkin tidak pernah mengajarinya menggambar atau mewarnai.. tapi hal yang aku tahu adalah..aku bisa membantunya untuk mengetahui tentang kasih. Semoga kelak, dia juga tahu dapat mewarnai dan mengisi dunia ini dengan kasih. Menggambar dan mewarnai bukan hanya pekerjaan anak kecil, tapi itu juga tugas kita sebagai orang yang lebih dewasa untuk “mewarnai dan menggambar” anak – anak kecil sekitar kita dengan kasih, sebab mereka tak ubahnya seperti sebuah kertas, di mana banyak cerita yang dapat ditulis di dalamnya.
next comments in: http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=134494022650
Tuesday, June 23, 2009
Ubah hal kecil menjadi bermakna besar

Kejadian yang paling 'nempel di kepalaku tuh beberapa hari lalu. gini nih ceritanya:
Aq lagi duduk di sebuah ruangan, coz lagi menghadiri suatu acara. Biasa, namanya manusia, biar yang di depan lagi jelasin materi, tetep aja ni kepala noleh ke sana-sini. Sampai akhirnya, kepalaku noleh ke arah seorang pria yang duduk sekitar lima kursi dari aku. Tidak ada yang istimewa, dia cuma lagi nulis-nulis beberapa perkataan si pembicara di sebuah note-nya. Setelah puas noleh kiri kanan, kepalaku kembali lagi fokus ke depan.
menit-menit berlalu........
Hingga pada suatu saat, mengharuskan aku untuk berdiri dari tempat duduk. bukan hanya aku aja yang berdiri, tapi juga beberapa orang mulai lalu-lalang. Beberapa langkah dari tempat aku duduk, aku melihat ada selembar kertas kecil. Langsung ingatan di kepalaku menghubungkan aku sama kejadian beberapa menit yang lalu, yaitu saat aku mengamati seorang pria yang sedang menulis di note nya. Kertas yang terjatuh itu punya motif yang sama seperti note pria itu. Seperti ada selembar kertas yang terlepas dari note-nya. Otomatis aku langsung mengambilnya, dan hanya berpikir untuk sekedar mengembalikan pada pemiliknya.
Reaksi pria itu mungkin awalnya biasa saja, namun saat dia mengucapkan terima kasih, aku merasa ada nada keterkejutan, seperti tidak ada yang melakukan hal ini sebelumnya padanya. padahal bagi aku, mengambilkan kertas bukanlah suatu hal yang sulit. Namun aku baru menyadari, sebelum aku ngambil tuh kertas, memang orang yang lalu-lalang di tempat jatuhnya kertas memang tidak ada yang merespon atau setidaknya berhenti untuk mengamati apa yang terjatuh. mereka tidak melihat atau tidak peduli..entahlah.
Hal yang muncul kemudian di kepalaku adalah : untung tadi aku liat tuh kertasnya dia, kalo nggak, kan aku nggak tau harus 'ngembaliin tuh kertas ke siapa. Meskipun aku nggak tahu itu kertas seberapa penting buat dia.
Aku mengakui, kalo aku adalah orang yang suka mengamati. Mudahnya, aku terkadang melihat detail kecil yang kadang orang lain nggak liat. Sifat ini yang membawaku akhirnya kadang nggak sengaja melihat hal-hal yang kecil..yang mungkin nggak penting untuk diamati. Tapi sering juga beberapa saat kemudian, hal yang terjadi ternyata berkaitan dengan hal kecil yang sebelumnya aku amati. ya contohnya kejadian di atas..
Hal yang paling sering berhubungan sama pengumuman di kampus. Yah mungkin bisa dibilang aq jadi "papan pengumuman"nya temen-temen. Bukan karena aku terlalu rajin ngecek papan pengumuman..tapi emang terbiasa untuk liat hal-hal yang ada di sekitarku. Walaupun terkadang emang ada yang luput juga hehehehehe...
Aq bukan orang yang mudah memberi..aku juga bukan tipe orang yang bisa perhatian sama orang lain, walaupun memang aku seneng untuk ngobrol and punya temen baru. Aq sempat berpikir, apa yang bisa aku kasi' ke orang laen? akhir-akhir ini aku baru mendapatkan jawabannya.. terkadang perhatian n bantuan untuk orang laen nggak harus dengan perhatian yang banyak tapi sekedar basa-basi, juga bukan dengan hadiah-hadiah yang banyak n mahal. Tapi bisa dengan memperhatikan, hal-hal kecil apa yang orang lain butuh, kemudian menjawabnya... menjadi orang yang teliti, bukan cuma soal
kerjaan aja kan, setuju?
next comments in: http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=101113847650
Tuesday, June 16, 2009
Mulutmu Harimaumu atau Mulutmu Doamu

Alkisah sekitar satu bulan yang lalu, ada lomba debat Aku Untuk Indonesiaku (AUI) di UK. Petra. Nah, salah satu juri lomba itu adalah Miss Grace (Miss G) yang juga dosen ilmu komunikasi untuk matakuliah Public Speaking. Pas hari final lomba itu, semua anak kelas Public Speaking diminta untuk dateng and nonton lombanya..kabarnya, bakal ada tugas yang dikasi’ Miss G, sehubungan sama lomba itu.. Okey..kl dipikir-pikir, emang ada hubungannya antara lomba debat (yang pake acara ngomong di depan ituuu and membantah argument lawan) sama public speaking
Pas di kelas..ternyata Miss G bukan mau kasi’ tugas sehubungan sama lomba debat AUI itu, tapiiiii….. UAS semester ini bakal dibuat gaya debat, kayak AUI gitu.. jadi ada pro and kontra 1,2,3..masing-masing ngomong minimal 7 menit, trs pake acara reply speech segala. Berhubung ni Cuma UAS, and kita-kita di kelas Public Speaking juga nggak berpengalaman dalam hal “berdebat”, jadinya nggak pake acara 7 menit segala..diganti jadi 5 menit.. fiuhhhh…… soalnyaaa…klo ngomong di bawah batas minimal (alias 5 menit itu..) bakal kena undertime yang artinya pengurangan nilai.
Pengurangan waktu blm memberi banyak kelegaan, soalnyaaaa…kita masih blom tau apa yang bakal jadi topik kita ntar pas debat. Topik bakal kita dapet pas hari H, setengah jam sebelum kita tampil. Jadi di rumah yg bisa dilakukan adalah….baca semua Koran, nonton semua siaran berita, dengerin semua radio…perbanyak ilmu sosial pokoknya. Aq n temen2, yang jumlah totalnya 6 orang, memutuskan untuk “membelah diri” jadi 2 kelompok, anggotanya kita putuskan dg diundi. Akhirnya dapetlah kelompok vivi, monche, and Karin, trs klompok satunya ada levina, henry, and aq.
15 Juni 2009….satu hari menjelang UAS public Speaking.
Perasaan: dag dig dug.. semua Koran rasanya selalu dibaca, semua berita selalu diikutin, tapi rasanya kok nggak cukup kuat yang ada di kepala. Kalo aq secara pribadi, hal yang “nempel” di kepala kebanyakan ttg UNAS. Soalnya emang lagi happening banget..dari yang kecurangan, unas ulang, pro dan kontar pelaksanaan unas, angka kelulusan, tingkat kelulusan, banyak deh pokoknya. Sampe tidur pun nggak tenang..soalnya mikir, siapa yang bakal jadi lawan tim ku besok, topik apa yang bakal di dapet, and maju urutan berapa. Aq and lev berharap sih maju belakang-belakang, jadi kan yang nonton udah nggak seberapa banyak, and ada waktu cukup banyak buat ngilangin tegang.
16 Juni 2009…Hari di mana Debat berlangsung.
Pagi-pagi, aq udah berdoa terus dlm hati, biar tenang.
Jadwal seharusnya ujian jam 10.30, tapi aq n henry udah muncul di kampus dari jam 09.00. Biasa, mempersiapkan diri buat ‘ntar debat..bermodalkan setumpuk Koran sebulan terakhir, kami duduk di slasar C. baca sana..baca sini..highlight sana..highlight sini.. tapi tetep aja kepala rasanya kok nggak penuh-penuh sama berita yang dimuat. Satu hal yang tetep ada di kepalaku, yaitu tentang UNAS!
‘Nggak lama, muncullah temen2ku.. kita ( tim ku and tim nya vivi, yg notabene emang temen deket alias 1 geng) ribut bertanya-tanya, sapa yang jadi rival kita ntar..trus topik apa yang bakal kita dapet.. urutan ke berapa kita bakal maju. Demi menghibur diri, kita guyon:
“eh rek (maklum, anak Suroboyo, jd pake “rek”), moga2 kita saling lawan ya…kan enak, lawan temen sendiri”.
Jujur, kita beneran khawatir mikir “siapa yg jadi lawan”, soalnya kalo lawannya emang “ciamik” and udah biasa debat, kemungkinan besar kita kalah hahahaha…apalagi ada 1 kelompok yang emang kita highly avoided, soalnya emang klompok TOP MARKOTOP hihihi…Selama menunggu menit-menit ujian, kita sih udah pasrah, and baca Koran-koran yang setumpuk juga sekenanya.
Akhirnya tibalah waktunya untuk ambil undian urutan maju, nentuin kita klompok brapa, skaligus menentukan siapa lawan kita. Levina, dr kelompokku, ngambil 1 kertas. Henry, lev, and aq udah deg-degan kira kira kita dapet nomer urut keberapa.. ternyata kita dapet nomer 6. fiuuhh..untunglah, cukup belakang. Keinginan pertama terpenuhi. Pertanyaan berikutnya, sapa yang jadi lawan kita.. ternyata…guyonan kita juga manjur. Lawan kita ya “bolo dewe”atau temen sendiri alias tim nya vivi, monce and Karin hahaha…no nepotism, ingat..kita melalui proses yang normal, yaitu UNDIAN, nggak pake tuker-tuker sgala.
Dikelas, kita duduk manis nunggu giliran. Kelomppok demi klompok maju..kita awalnya Cuma nonton and ngamatin. Fiuh, untung lawan “bolo dewe” jadi nggak seberapa tegang haha..soalnya kan udah kenal sama “tim lawan”. Aturan di kelas adalah, begitu sepasang tim selesai debat, langsung diumumkan sama Miss G, siapa yang menang dalam debat itu. Waktu kita nunggu itu, guyonan kita adalah “gimana kalo ntar kita ternyata seri? Hahaha..” dari kelompok sebelum-sebelum kita, nggak ada yang namanya seri. Selalu menang and kalah.
Tibalah waktunya kelompok kita berdua ambil undian buat topik debat…daaannnnn pas undian dibuka, ternyata topiknya adalah tentang UNAS!! Hahaha… gileeee…aq yakin ini bukan kebetulan. Dari awal yang kita semua “ributin” adalah tentang UNAS, sampe yang ada di kepala, mayoritas juga tentang UNAS. Eeehh..ternyata kelompok kita berdua dapet topik debat tentang UNAS. Vivi,monce,and Karin sebagai pro. Henry, levina and aku jadi kontra..no cheating.. jelas nggak mungkin curang, kita ambil undian yang tergulung dengan rapi di sebuah toples kecil.masak kita mau baca satu-satu dulu semua kertasnya? Hohoho…
Akhirnya, dimulailah waktu untuk “case building” masing-masing tim untuk nyusun argument. Setumpuk Koran yang udah dibawa and semua yang kita pelajari akhir-akhir ini ternyata nggak sia-sia hehe…
Selesai waktunya case building, majulah 2 klompok ini untuk berdebat tentang UNAS. Semua menjalankan tugasnya dg baik.. meskipun tegang semua, tapi udah deh, yang penting kita usaha. Tibalah hasil akhir, dimana Miss G mengumumkan hasilnya.. dan hasilnya ternyata beneran SERI huahahaha.. inget, no setting before.. masak mau janjian sama miss G and bilang “miss, ntar kita seri aja ya..nggak pake menang kalah”. kan nggak mungkin. Itu murni penilaian dari Miss G.
ternyata apa yang kita ucapkan, kita harapkan, sekalipun itu lewat guyonan, beneran jadi kenyataan semua hari ini hahaha.. mulai dari urutan maju yang “rada belakang”, lawan yang ternyata “bolo dewe”, topik debat yang tentang UNAS, sampe hasil debat yang ternyata beneran SERI hahaha.. THX GOD!!!
next comments in: http://www.facebook.com/profile.php?id=777196683&v=app_2347471856&ref=profile#/note.php?note_id=98564352650
Saturday, May 2, 2009
Dear Our Father

Dear Our Father in Heaven...
Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoisme mu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan DATANGLAH KERAJAANMU
kalau masih menjadi raja atas diri sendiri dan memiliki kerajaan sendiri
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata
adalah berat dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar,
yang buta huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH BIARKAN KAMI JATUH DALAM PENCOBAAN kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata doamu "BAPA KAMI"
next comments in: http://www.facebook.com/profile.php?id=777196683&v=app_2347471856&ref=profile#/note.php?note_id=83619097650