Pages

Thursday, February 4, 2010

Crane Paper


Dulu waktu zaman aku kecil, temen - temen cewek sukanya main origami. itu, seni melipat kertas ala jepang. Dari kertas persegi, lipet sana, lipet sini, tiba - tiba "Voila...." jadi burung, kelinci, kodok, buah strawberyy, dan lain - lain..
aku..dari kecil..sampe sekarang, minta ampun buruknya dalam hal kesenian lipat melipat. kalopun jadi, bisa asimetris kiri kanan. mau diajarin, pake kertas petunjuk, tetep aja aku nggak ngerti..bisa jadi,tapi maksa.perlu ada yang benerin.. hahaha..

****

4 Februari 2010, berdua ma temenku, kita meluncur ke rumah seorang cewek. sebut aja namanya A. umurnya lebih muda dari aku, mungkin sekitar 20 tahun. Hal yang beda adalah: aku, di sana, berdiri di sebelah tempat tidurnya. sedangkan dia, terbaring di atas tempat tidur, sambil nonton TV.
Dengan badan yang kurus dan keliatan lemah, dia menyapa ramah kami berdua. Sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu dia dinyatakan Leukimia. Dia terbaring lemah di kamar yang berukuran sedang, ada 1 tempat tidur, 1 kipas angin yang menyala tepat menghadap ke dia, 1 televisi kecil untuk menemani hari - harinya, 1 meja + kaca, dan lemari pakaian.

di langit - langit kamar, ada beberapa bintang yang "Glow in the dark". aah aku jadi inget kamarku beberapa tahun yang lalu juga punya banyak bintang "Glow in The Dark", yang terpaksa harus dilepas karena harus pindah rumah.
Selain "Glow in The Dark", ada gantungan origami berbentuk burung bangau, digantung dengan benang, lalu ditempel ke langit - langit kamar dengan isolasi.

Dengan berat badan yang menurun drastis akibat sakit yang dideritanya, hari - hari harus dilewati A dengan terbaring lemah di kamar. Banyak hal yang mau tidak mau harus dia lakukan dengan bantuan orang lain. Berbagai macam perawatan untuk Leukimia harus dijalani, yang pastinya dengan biaya yang nggak sedikit. Untuk bisa dateng, walaupun sekedar ngobrol sedikit, tapi paling nggak aq senang bisa melihat A tersenyum bahagia dengan perhatian dari temen - temennya.

------

aq mungkin nggak bisa bikin origami bentuk burung. sekalipun aku ada kertas petunjuk pun, tetep aja aku salah. aq nggak bisa membantu menghias langit - langit kamarnya dengan origami lain.. tapi aku bersyukur, aku punya Petunjuk yang bisa mengajarkanku kasih, dan aku mau belajar untuk aq mengerjakannya.

Thx to my JC who has given me amazing family, friends, and Direction to know waht love is.

1=10

hari senin, sekitar 1 atau 2 minggu yang lalu, aku dengan semangat '45 bertekad untuk santai - santai di rumah (okee..rasanya kl ini aku ga perlu tekad '45) hihi..
bukan semabarng santai..niat dirumah adalah "bertapa", menyiapkan alat tempur untuk perang (baca: skripsi).
duduklah aq dengan manis di depan laptop, browsing internet, cr inspirasi, baca buku. percayalah, kl cuma nyari topik lewat browsing, bisa lama nemunya. soalnya tiap kali browsing, jadinya malah mampir ke situs macem - macem haha..

aku bukan orang yang suka sesuatu yang spontan. biasanya, aku udah "menjadwal" kegiatan tiap hari apa aja. yes, i'm a well-planned person. Agendaku hr itu : serius and sekuat hati nyari topik, trs sore kluar rumah untuk acara gereja. kalo temen- temen gereja bilang: komunitas.

dengan kesungguhan hati, jam - jam berlalu.. nyari topik, tetep aja kepala buntu. Dari pagi, sampe siang, astagaaa...belom ada bayangan. pas lagi mikir depan laptop (ehem..maksudnya, ngelamun sambil mikir. ato mikir sambil ngelamun?) tiba - tiba:
"centring.." HP bunyi.
Berhubung HP udah serasa nempel di tangan, aq pun cepet baca. ternyata, isinya dari temen lama, yang udah domisili di kalimantan, tepatnya Samarinda. dia ngabarin kl dia lagi di sby. ngapain? kakaknya opname di rumah sakit yang deket (banget) sama rumahku.
Dia minta tolong aku untuk dtg, sama temen2 gereja, untuk doa'in kakaknya. dia bilang secepetnya dtg aja.

pilihan di kepala:
1. bilang enggak. alasan: lagi jaga rumah / lagi sibuk cr topik / bingung hrs ngajak siapa soalnya mepet, temen2 mungkin ga bisa. jadi besok aja, jgn hr ini.
2. bilang iya. alasan: i care about you.

singkat cerita.....
dengan bantuan temen-temen gereja, taraaaa....sampailah aq di rumah sakit. berempat sama temen-temen. Kita dateng, ngobrol bentar, trs berdoa bareng buat kakak temenku.
Pulang dari sana, kita masing - masing lanjut kegiatan masing - masing. tapi kali ini ada rasa lega, seneng bisa bantu temen.

Akhirnya tekad untuk cari inspirasi dilanjutin besoknya, hari selasa.
Ternyataaaa... Selasa temenku kontak lagi, minta tolong aq untuk cari donor darah buat kakaknya. kali ini nggak pake pilihan di kepala, langsung aku pilih untuk jawab: Iya. akhirnya berenam sama temen greja, kita pun ke RS.

Hal - hal kecil, untuk membantu orang, selalu ada di sekitar kita. Antena kita bisa mendeteksi apa dan siapa yang bisa ditolong. sekarang pilihannya hanya kita mau pasang antena kita ato enggak. saat kita jawab iya, mungkin nggak butuh alasan terlalu banyak. cukup 1 alasan: karena aku peduli. karena aku sayang.
Tinggal berikutnya gimana kita menjalankannya.
mungkin saat kita menjalankannya, banyak hal yang harus dilakukan, karena memang perhatian dan kasih sayang, bukan hanya untuk diucapkan, tapi dilakukan.

cukup 1 kata "ya",diikuti dengan (mungkin) 10 tindakan.

My special thanks to:
Angga Prasetya, David Novandi, David Abednego, Hendra Gunawan, Loretha, Fransiska

Tuesday, January 19, 2010

nanti ngapain ya?

waktu kecil kita mungkin sering mengucapkan kata - kata "kalo udah besar nanti, aku mau jadi pilot!", "aku mau jadi presiden", dan banyak cita - cita lain. saat akhirnya kita sudah besar terus gimana?

Minggu 17 Januari 2010

Aku and temen - temen gereja ngadain bakti sosial. ngapain aja? macem - macem, ada yang ke panti asuhan, ada yang ke rumah sakit, trus aku sama sebagian temen sepakat ngadain pemeriksaan gratis.
ada apa aja pengobatan gratisnya? ada periksa tekanan darah, and pengecekan kesehatan tergantung keluhan. habis diperiksa, ada obat - obat yang bisa ditebus sesuai "resep" dari dokter. free.

dimanakah posisiku dlm baksos (bakti sosial) itu?
aha.. aq memutuskan ambil posisi dibagian pendaftaran. Wuuts, bukan tanpa alasan. inilah latar belakang pengambilan keputusan:
1. tugas pendaftaran lumayan "bisa ditangani" daripada aku kebagian bagian pengambilan obat (yang menurutku, aku takut salah kasi obat. bisa panjang ceritanya)
2. kl di pendaftaran, nggak seberapa capek. duduk, nyatet, tanya keluhan apa, salurkan ke dokter.
3. ada bagian yang seharusnya 'beramah - tamah" sama pasien. nah menghindari "mati gaya" karena kehabisan topik, aku ga mau ambil posisi itu
alhasil: aku resmi di bagian pendaftaran. tugas: tanya nama, usia, keluhannya apa.

bagian pendaftaran awalnya ada 3 orang. Hal yang perlu diketahui, stand dokter cuma 1. jadi habis daftar, orang harus antri satu persatu untuk diperiksa. Satu persatu pasien mulai dateng. awalnya yang daftar masih sedikit - sedikit. jadi dari 3 orang pendaftaran, kadang yang sibuk cuma 1.

menit - menit berlalu....
pasien - pasien lain mulai dateng. penuhlah antrian di luar. meja pendaftaran di dalem pun penuh, alias mejaku sendiri.

jadi begini, orang masuk ke dalem, daftar di salah seorang bagian pendaftaran, trs salurkan ke dokter. berhubung stand dokter cuma 1, otomatis...yang udah selesai urusan administrasi sama aku pun harus nungguin di stand - stand pendaftaran, salah satunya stand ku.

habis nyatet nama, usia, keluhan..trus aku mikir , "ngobrol apa lagi ini? mana stand dokter masih lama periksanya.. masak ni diem - dieman?"
menit - menit pertama.... siiiiingggg....krik krik krik... kehabisan kata
"mau ngobrol apa ini..masak cuma liat - liatan sambil senyum - senyum sama pasien?"
akhirnya puter otak, cari topik sampe nemu.. mulai tanya keluhannya dari kapan, kok bisa tiba - tiba sakit di sana, dan laen - laen. Resep supaya bisa ngobrol terus adalah, cari topik apa yang mereka paling suka bahas. Berhubung yang dateng kemaren kebanyakan sudah berkeluarga, mereka suka cerita tentang anaknya, malah ada yang suka cerita tentang cucunya juga.

ada beberapa pasien yang masih berkesan di kepalaku.
1. seorang kakek, inisial J, 75 th. Berkacamata dengan postur tubuh yang kurus banget, dia dateng sambil bawa gelas air mineral kosong (yang aku sendiri nggak tau untuk apa). Waktu itu dia dateng pake celana pendek, baju dengan warna yang sudah memudar, topi warna merah dengan bolong dan sobekan yang kentara di pinggirannya. Singkat cerita, dia cerita kalau sekarang dia tinggal sama cucunya. Proses administrasi hingga "sesi curhat" ini nggak bisa dibilang gampang juga, karena daya pendengaran kakek J juga sudah berkurang. "Saya ini sekarang nggak ngapa - ngapain mbak, bisa apa saya. sudah nggak kuat. paling cuma bisa duduk di rumah. Ya sekarang cuma bergantung sama cucu," ujar kakek J.
hei, tau nggak temen - temen, kakek J ni dulu anggota tentara lho. Di balik tubuh tuanya, kalo ngomong dia masih tegas.

2. lagi - lagi seorang kakek, inisial S, usia sekitar 55th atau mungkin lebih. entahlah, aku lupa. berbadan tambun, murah senyum, masih bertugas sebagai security. Tinggal sama anaknya yang paling kecil. Selain tugas sebagai security, dia ternyata ada usaha permak baju 'n celana.
"Pak, kalo jahit, Bapak yang kerjain sendiri?" tanyaku.
"iya mbak, siapa lagi yang kerja hehe... ya saya nggak jahit yang sulit - sulit. paling cuma permak celana, ganti sleting (mungkin ini cara dia menyebutkan retsleting)," jawab kakek S. tidak lupa, senyum dan tawa rendah selalu memgakhiri setiap kalimatnya. Tidak susah untuk terlibat dalam pembicaraan yang panjang sama kakek S. dia suka cerita tentang kegiatannya.

Apa yang aku dapet dari dua kakek ini?
Aku masih membayangkan kakek J dulu adalah seorang tentara, dengan posturnya yang gagah. Penampilannya pasti keren. Tapi saat akhirnya usia tua dateng ke kita, apa yang bisa kita lakukan sama semua "keindahan luar" itu? kegagahan sudah habis, badan tegap sudah termakan usia, setiap pujian sudah berakhir. Hal yang bisa menjadi kebanggannya saat ini hanya cucunya, yang setia merawat dia.

kakek S, usianya kurang lebih adalah usia pensiun. apa yang dia lakukan? justru melakukan 2 pekerjaan sekaligus untuk bertahan hidup. security: membutuhkan stamina. penjahit: membutuhkan kejelian mata. syarat - syarat ini seharusnya bukan hal yang mudahbagi kakek S. untuk orang dengan seusia dia, mungkin sebaiknya dia banyak istirahat. dari hasil aku ngobrol sama kakek S, kalo dihitung - hitung, jam istirahatnya dia nggak banyak lho. dalam sekali dinas security dia perlu 8 jam. belum lagi kalo dia masih ada tanggungan jahit. "ya saya kalo istirahat paling ya cuma beberapa jam aja mbak," terang kakek S.

***

saat kecil kita berkata ingin menjadi berbagai macam profesi, tapi saat kita sudah besar, saat nya kita kembali menjadi "anak - anak" dan bertanya "nanti kalau sudah tua, aku mau ngapain ya? apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk bekal aku tua nanti?"

Bagaimanapun waktu akan terus berjalan. tidak ada yang abadi di dunia, selain perubahan itu sendiri :)

Sunday, December 27, 2009

Yes, I have fears

Rasa Takut. Perasaan yang pastinya secara alamiah ada di makhluk hidup, termasuk manusia tentunya. Sekuat apapun, setegar apapun seseorang, PASTI ada rasa takut yang dia simpan dlm hati. somehow, i think fears is one thing that still humanize us. to admit it, is not the same of being weak.

so..kalo ditanya... hal apa yg aq takutkan. Aq akan coba untuk merefleksikannya di sini, daaan...mencoba untuk jujur.
1. Saya takut tikus. ini mutlak hukumnya.

beranjak ke topik yang lebih serius:
kalau mungkin orang lain bahkan takut menghadapi proses, kl aq lebih takut akan hasil akhir dari aku menjalani proses itu. apakah proses yang aq usahakan sebaik - baiknya, menghasilkan hasil yang baik juga atau tidak. kekecawaan yang itmbul, that's the thing that i can't keep up. well..dan skr aq dibuat untuk HARUS belajar bahwa, dalam prosesnya, sekalipun aku mengerjakan sebaik - baiknya, tetep hasil akhir bukan di tanganku. bukan aku yang berhak menentukan berapa nilai dari usahaku, bukan aku yang menentukan apakah hasil yang aku trima sudah adil atau tidak.

ketakutan berikutnya adalah dilupakan.
ada orang - orang yang takut ditinggal oleh orang - orang sekitarnya, dan bingung apa yang harus dilakukan bila orang - orang itu benar - benar "pergi" dr kehidupan mereka. ketakutan seperti itu pasti ada, terutama ketakutan kalo aku ditinggal keluargaku sekarang, atau keluargaku kelak. Namun yang menjadi poin utama pada hari - hari ini adalah ketakutanku saat aku dilupakan oleh orang - orang disekitarku.

ada rasa bersalah yang sangat dalam saat aku terpaksa ga bisa ikut temen-temen pergi, due to some errands. ada rasa takut aq ga tau gimana cerita mreka, ada rasa takut saat aku ternyata secara perlahan harus terhapus dari daftar "orang - orang terdekat" mereka. Hal yang aku lakukan adalah aku berusaha untuk membuat win - win solution untuk smua, di mana aku bisa bertemu dg orang - orang yang aq sayang, sambil aku juga punya waktu untuk mengerjakan kewajibanku. but, it's not easy somehow. Dan hal yang membuat "sakit" adalah karena aq seakan - akan jadi sosok yang tenggelam sendiri dalam dunianya, and misses some moments to meet all of them. Dan saat mencoba untuk diatur jadwalnya, ternyata aq adalah satu2nya yang jadwalnya paling nggak nyambung.

Perasaan takut terlupakan ini mungkin yang akhirnya memunculkan ketakutan berikutnya, yaitu takut akan apa yang dipikirkan orang lain. mungkin aq berusaha untuk menyenangkan orang, agar aq tdk terlupakan. hal ini membuatku menjadi orang yang takut untuk membuat kesalahan.

Pasti masih ada ketakutan - ketakutan lain dalam diriku that i haven't discovered it yet. aq hanya mencoba untuk menuliskan apa yang ada di kepala sekaligus mengakui bahwa Ya, aku hanya manusia yang tidak bisa apa - apa, so fragile and vulnerable without HIM.

Wednesday, November 11, 2009

Kecil Buat Mereka, Berarti Besar Buatku

Yak..masa-masa memasuki ”neraka”..(kata orang – orang sih begituuu..dan aq, sdg berusaha untuk tidak mempercayainya, dan menjalani dg semangat). ”Neraka” yang mana? Yaitu masa – masa akhir kuliah. Aah.. mengetiknya saja membuatku mules..
Putar – putar otak..cari – cari peluang untuk diangkat jadi topik pamungkas yg menjadikanku sarjana. Puyeng? Banget.. semester ini aja blom habis, udah harus mikir yang di depan. Toleh kanan, toleh kiri, i’m still clueless. Hal yang aku lakukan? Berdoa, ato mungkin menunggu bintang jatuh dan memberikanku ide? Ato berdoa minta bintang jatuh? Ah tambah aneh saja diriku..
Hal yang aku tahu, apa yang sekarang ada di depanku, aku kerjain dulu sebaik – baiknya..

Muter – muter dari rumah ke kampus, pemandangan yang aku lihat adalah adek – adek kelas yang ketawa hahahihi (tertawalah dek, selama km bisa..nikmatilah surgamu hihihihi). Giliran ngeliat muka yang rada familiar ato rada tua, yang keliatan adalah muka - muka bimbingan dan revisi. (yak, pemandangan ini yang bikin ngerasa ”neraka” sudah dekat..ato sangat dekat mungkin?)

Beberapa temen mungkin berpikir kalau, akan lebih mudah buat aku melewati masa – masa ”menantang” itu. Hal yang mereka nggak tau adalah, aku sama ”lemah”nya sama mereka. But anyway, thx for the faith guys.. Meskipuuun pusing, bukan berarti patah semangat! Mungkin ini yang membedakan: SEMANGAT!
Jgn berhenti mencari, jangan berhenti waspada, daaann yang pasti.. pilih dg cermat apa dan siapa yang harus kita perhatiin. Saat mau menyerah, ingat bahwa kita nggak sendirian. Mungkin di luar sana banyak yang juga berjuang. Saat mau maju, lihat orang – orang yang bisa memberikan semangat positif buat kita.
Jangan ngerasa terintimidasi ato ngerasa kalah kalo ngeliat orang lain maju, walaupun itu sedikit banyak melemahkanku .. yaah..”keder” juga ngeliat orang – orang hebat. Di saat – saat ini, aku sangaaaat – sangaaat bersyukur aku punya temen – temen yang..mungkin mereka nggak sadar..udah kasi semangat buat aku.

Aku mau bilang trimakasih buat:
Wdianti Gunawan Wijaya a.k.a Bebe: you’re an inspirational, brave, bold, and tough girl. Maybe you found me just like you..tapi be, “tahan banting” mu itu yg aku nggak punya. =) dan hal yang buat aku salut: Yes, I can see God in you. You know who you are as His beloved daughter and u know exactly that your Father could do everything

Ryan Hendrapraja: ryaaaannn… terharuuuu bangeeettt baca message berisi insiprasi dr kamu. Doakan daku ryan supaya nemu “pencerahan” hihi..

Ella Pamela: elllaaaa.. oke, mungkin kamu nggak sadar kalo aku bakal terinspirasi sm kamu. But I like your spirit girl.. especially when u said “kalo aku bukan ella, mungkin aku udah jadi gila garap ini”. yup, aku blm tentu bs kayak kamu La.

Moga – moga aku, sebagai seorang kakak kelas, bisa menginspirasi adek2 kelasku juga..just like what you guys did to me

Tuesday, November 10, 2009

Just add the salt..nyummy..

Makanan yang cukup sering dimasak di rumah: sop ayam. Tadi malem pun menu di meja makan juga sop ayam. Biasanya, kl udah ada makanan berkuah di rumah, misal soto ato sop ayam, hal pertama yang aku lakukan habis ngambil makanan ke piringku adalah ambil garam. Yup, derajat ”keasinan”ku sama penghuni rumah yang lain sedikit beda. Jadi...yaa..aku harus ambil garam supaya makanannya bisa enak di lidah. Setelah itu..sikaaat habiis.sluurrp..

Pake garam di dalem makanan, kayaknya bukan Cuma aku yang suka. Kebanyakan orang kalo masak, emang pake garam. Tapi pernah nggak waktu kita makan, terus kita bisa ngeliat butiran- butiran garam itu dalam makanan kita? Kayaknya enggak deh..bisa nggak kita bilang, ”eh iya, itu garamnya..keliatan y?” ato mungkin waktu kita makan, kita bilang ”hmm..garamnya enak” yang kerasa di lidah pastinya keseluruhan makanan yang lagi kita makan, dalam kasusku, aku Cuma bisa ngerasain sop ayam secara keseluruhannya.

Garam..”mempesona” orang – orang yang memakannya, tanpa perlu menjadi berlebihan.
Saat justru garam itu kebanyakan, cara yang mungkin dilakukan adalah dengan menambah kadar air, supaya mau nggak mau, garam itu dipaksa larut dalam air yang lebih banyak..
Garam..tidak pernah menjadi suatu benda yang tampak dan diutamakan, sekalipun ia memainkan peran ”penting” dalam makanan.
Sekalipun jumlahnya sedikit, berpengaruh pada keseluruhan makanan.

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.

Wednesday, October 28, 2009

Being Geisha


Semalem habis nonton (lagi) Memoirs of Geisha. Bukan karena aku suka banget sama film itu, tapi karena film itu keputer di TV kamar yg emang lagi nyala & aq tonton randomly.
Singkat cerita, film bersetting negeri Sakura ini ceritanya anak kecil bernama Chiyo, yang kemudian belajar untuk jadi seorang Geisha. Setelah jadi Geisha, dia pake nama beken ”Sayuri”. Tugas dr Geisha adalahuntuk menghibur tamu – tamu, yang mayoritas pria. Menghibur? Iya, lewat nyanyi, nari, menuang teh, dan menemani. That’s it, nothing more. Geisha sendiri berarti “seniman”, yang kalo bahasa Inggris jadi “Artist”. Di film ini, Zhang Ziyi yang bermain sebagai Sayuri, diperlihatkan belajar menari, belajar duduk dengan sikap anggun, menuang teh dan berbagai kesenian lain.
Hal yang aku liat dari film ini, adalah saat Zhang Ziyi menari. Dengan lihai dia muter – muter kipas di tangannya. Ngelempar, trus nangkep dengan anggun dan lincah. Pikiran yang waktu itu ada di kepala ”gila, dia latian berapa lama ya? Gini kalo di luar dunia film, berarti dia hebat juga dong main – mainin tu kipas..ato apapunlah”. Mungkin siapa tau dia akhirnya bisa muter –muter bola basket juga? Hihihi..

Sebagai seorang Geisha, seniman, artist, ato yang dalam bahasa Indonesia disamakan dengan istilah ”Artis”, Zhang Ziyi termasuk salah satu yang total dalam mendalami karakternya. Bukan hanya ”karakter” dalam arti watak, sikap, sifat, namun juga untuk memiliki keahlian yang sama dengan peran yang dia mainkan. Selain Zhang Ziyi pasti banyak aktris/aktor laen yang juga total dalam perannya. Misalnyaaa..untuk sebuah film action, bisa bayangin latihan fisik yang mereka jalanin. Selain untuk bentuk badan, mereka pasti juga latihan ”action”. Misal gimana megang pistol yg bener, gimana postur tubuh pas lagi fight scene. Yaah..walaupun dlm beberapa scene, mungkin ada pemeran pengganti yang gantiin.
Contoh lain, film High School Musical. Aku nggak tau gimana penilaian kalian sama film ini, tapi aku secara pribadi, suka dengan gaya tarian mereka, nyanyian mereka, gimana koreografi menyatu sama nyanyian yang mereka bawa. Hal yang penting di sini, mereka bener – bener NARI and NYANYI. Dari artis- artis, atau seniman – seniman itu, aku belajar tentang mereka sebagai seorang SENIMAN (ARTIST), Bukan sekedar ENTERTAINER.
Kenapa mereka bisa sukses? Main di sana – sini? Dari pandanganku, bukan karena aji mumpung. Tapi ya, mereka siap untuk menjalani peran yang ditawarkan. Kesempatan diberikan, dan mereka bisa mengambilnya, kenapa? Karena mereka sudah siap untuk itu. Hasilnya? KARYA yang memang INDAH.
Dari “sinetron” ala barat yang aku ikutin, mereka bener-total. Seluruh pemain CSI yang jadi detektif brilian, Grey’s anatomy tentang dilema kehidupan dokter –dokter, semua tampak alami. Jujur, selama nonton sinetron indonesia, aku jd bingung. Yang jahat selllaaluuu ada aja jalan (yah walaupun kena imbasnya terakhir. Masalahnya, TERAKHIR nya tu lho lama, alias lama tamatnya), yang baik terlalu polos sampe ketipu terus (enggak tau ini polos atau o’on..sorry for being rude, but this is me).
Tidak ada maksud merendahkan, hanya sedang mempertanyakan.. aktor dan aktris kita mau dibawa kemana? Sebagai ARTIST, ENTERTAINER, atau ARTIST n ENTERTAINER?