Berawal dari sebuah tugas matakuliah, Perkembangan Teknologi Komunikasi (Pertekom) di semester 3, terciptalah sebuah blog "Tasha: The stories go as the world goes". i was thinking, it wasn't more than just an assignment. My lecturer asked the students to create our own blog.
Blog.. a familiar word that I've heard since i was in high school. Means since 2003-2006. But i never..ever.. paid serious attention to this "invention". For me, I'd rather talking, speaking than writing.
Duluuu..sebelum ada blog, sebenernya "sedikit" suka nulis, dan aku menyalurkannya lewat "notes" salah satu jejaring sosial, Friendster. Seiring dengan aku menutup Friendster ku, maka lenyap juga segala tulisanku, and still.. i haven't considered myself as a writer or blog-lover.
Seiring berjalannya kuliah Perketekom, blog ini pun sedikit demi sedikit terisi. lagi-lagi, ini terisi karena "disuruh" oleh dosen.
Di semester yang sama, aku juga sedang menjalani matakuliah "Teknik Mencari dan Menulis Berita" (TMMB). Dari judul matakul ini aja, udah keliatan kalo isinya pasti tentang tulis - menulis, yaah..jurnalistik gitulah, and i gave up easily. Maksudnya, jadi tulisanku ga' ada "taste" nya dan aku memaklumi, karena hal yang ada di kepala adalah "hellooo, saya ga suka nulis".
Selepas pertekom, dengan sukses blog ini terlantar dengan sempurna. Sampe' akhirnya semester empat, entah karena apa, muncul niat untuk update blog. Dimulailah cerita tentang perjalanan matakulaih desain web, trus cerita magang ku yang pertama di sebuah perusahaan. Just for fun aja..mengisi waktu.. sampai akhirnya ternyata ada beberapa orang yang baca and kasi komen. ada yang komen diblog, ada yang komen langsung, ada yang komennya lewat wall FB.
Sejak itu, aku mulai membiasakan diri untuk menulis. Bukan untuk suatu keharusan, tapi karena ingin menceritakan sesuatu, tapi nggak mungkin cerita satu persatu ke semua orang. Kadaaang..kalo lagi happy, ato justru lagi bad mood, ato lagi dapet ilham/pemikiran baru, aku bisa merasakan sebuah kelegaan kalo udah nulis di blog. Bisa juga waktu lagi "sibuk" berkutat dengan pemikiran sendiri, menulis membantu aku untuk mengeluarkan satu persatu kalimat.
Hal ini mungkin sulit aku lakukan kalo sambil "ngomong", karena kalo kita udah "ngomong", misaaall ada yang salah kata, atau kurang pas..sulit untuk kita tarik lagi. masak kita mau hipnotis semua orang untuk melupakan kalimat kita? yeah..communication is irreversible. kalo menulis, aku bisa belajar untuk menyusun satu persatu ide yang ada di kepala, hingga jadi sebuah susunan kalimat yang menggambarkan keseluruhan isi kepala & hati.
Menulis adalah..obat sakit kepala..
Begitu mood udah naik turun, banyak pikiran, atau ada kejadian tak terduga, curhatnya ya melalui menulis.
Menulis itu kalo aku gambarkan, kayak orang lagi mual, pengen muntah..trus akhirnya sukses keluar. (sorry for being "groosss")
Menulis..mungkin bisa mengurangi resiko terkena penyakit stroke atau depresi. karena buat aku, dengan nulis, semua perasaan, kesel, sedih, senang..bisa tersalurkan.
Menulis adalah cara refleksi diri. Kadang waktu aku lagi nulis sesuatu yang jadi pemikiranku, tiba-tiba di tengah nulis, bisa muncul ide baru..atau jawaban baru..yang buat aku pribadi membuka "jendela" ke sebuah pencerahan.
Menulis itu seperti melukis. aku pengen menggambarkan hal - hal yang aku alami, dan emosi yang aku rasakan.
Menulis adalah sebuah kejujuran. Pada saat aku menulis, aku hanya berusaha untuk menyalurkan apa yang aku rasakan. Lebih baik aku tidak menulis apa yang tidak aku rasakan, daripada aku menulis apa yang tidak aku rasakan.
Hal yang terus aku pelajari sampai sekarang adalah bagaimana membuat "menulis adalah memberkati".
Seiring berjalannya waktu.. yaa blog ini jadi sedikit lebih "layak" karena isinya udah diupdate.. =) thx buat semua yang udah kasi komen, walaupun komennya nggak di sini. ada yang di Wall FB, ada yang di nOtes FB, ada yang ngomong langsung. Semoga apa yang aku tulis juga bisa berguna buat semua yang baca. ooh iya, note tambahan.. merupakan hal yang bijak untuk bisa mempertimbangkan apa yang pantas atau enggak untuk kita tulis kalau akan kita publikasikan =)
Kalau memang itu untuk koleksi pribadi aja , yaah semacam diary, itu merupakan hak kita sepenuhnya. tapi kalau sudah dipublikasikan, sudah lain lagi aturan mainnya. Sekalipun menulis lebih bisa "diedit" daripada sebuah kata-kata yang sudah terlontar, tapi ingat bahwa ujung pena pun bisa lebih tajam dari sebilah pisau..yah walaupun dalam hal ini, kita nggak pake pena..;)
Friday, July 23, 2010
Friday, July 9, 2010
Keep On (Your) Track
Nyaris tengah malem, BlackBerry (BB) ku bunyi.. biasa, kalau malem intensitas penggunaan BB memang sedikit lebih tinggi. Soalnya kalo siang, umumnya orang udah sibuk sendiri-sendiri. Sedangkan kalo malem, waktunya santai – santai, nonton DVD atau TV untuk refreshing.. atau mulai ngelamun, merenung dari kejadian – kejadian sepanjang hari. Ujung-ujungnya, ambil BB, hp, ato telepon, trs mulai cerita-cerita sama temen untuk diskusi, tanya pendapat, atau sekedar cerita karena pengen didenger. Ahh.. ini juga salah satu pesan tambahan.. biasanya kalaaaauuuu yang curhat adalah cewek, bukan berarti dia sedang minta nasehat, minta komentar. Dia hanya punya satu tujuan, ingin didengar.
Gitu juga waktu hari Rabu, 7 Juli 2010. Aku lagi asik nonton TV waktu tiba-tiba BB ku bunyi. Aku lupa jam berapa, sekitar jam 11 malem kalo nggak salah. Yak, dan saat itu aku juga tahu kalau sesi curhat dimulai, saatnya dokter cinta buka praktik. Buat aku pribadi, asik-asik aja terima curhatan temen. Seperti waktu itu juga asik-asik aja. Singkat cerita, sesi curhat lanjut terus sampe jam setengah dua pagi. Dari hasil setiap cerita temen-temen, aku hanya ingin merangkum gambaran yang aku terima, and something that comes from my mind out.
Kadang, setelah berdoa untuk bisa ketemu the right one, kita akhirnya jadi “peka” kalo ada lawan jenis yang mendekat. Terus mulai mencocokkan “benarkah dia?” .
Yaa beberapa, yang memang sudah pas dengan waktu Tuhan, memang ketemu The truly right one, tapi ada juga yang (masih) meleset.
Kenapa kadang kita bilang dia mungkin adalah orang yang tepat? Mungkin karena kita mikir “iya, soalnya kalo diliat dia jalan searah sama kita”. Kalo dari gambar ini, kita bisa liat ada track 1, 2 and 3.
Mari kita berandai – andai kalo kita ada di track pertama. Trus kita tertarik sama si dia di track nomer 2, trus (missaaall) mikir “kayaknya dia ini the one ku. Soalnya kita searah.. lihat deh, jalurnya dia sama aku, punya tujuan yang sama”.
Tapi mungkin kalo aku ngeliat dari sisiku, dari pemikiran si anak kecil yang juga masih belajar ini, aq mungkin memunculkan satu gambar lagi..

Dari gambar ini, yang aku pengen bilang..
Mungkin bukan orang yang kita lihat jalan searah sama kita, tapi orang yang juga ada di track yang sama kyk kita, hingga someday berdasarkan waktunya Tuhan, kita bisa “ketemu” atau yaahh.. “berpapasan”. Aku mengartikan track ini sebagai visi, passion. Munggkkiin..kita nanti ketemu sama orang yang visi nya beda, ato sekarang lagi sama orang yang visi n pandangannya beda sama kita. Tapi bukan berarti kita ada di lain track.
Contoh: A punya visi, passion, untuk bergerak dalam hal-hal yang menyangkut keluarga. B, punya visi untuk bergerak dalam hal – hal yang menyangkut lansia. Nah, IF they were really meant to be together, mungkin saat mereka sudah berkeluarga, mereka bisa melayani, mendamaikan keluarga-keluarga, mengajarkan bagaimana anak dan cucu, bagaimana hidup melayani orang tuanya, kakek-neneknya. Entahlah, banyak hal yang dapat dikerjakan bersamaan. Yah istilahnya kalo perusahaan tuh merger.
pada saat kita ada di track 1 atau 2 atau 3, kita noleh kiri-kanan, kita bakal ngeliat ada orang - orang yang searah sama kita. Tapi searah bukan kita nanti akan sampai di tempat yang sama. Orang yang akan berhenti di tempat-tempat yang sama dengan kita, adalah orang yang berada di jalur (track) yang sama dengan kita sekalipun tampaknya arahnya berlawanan. postingan ini hanya sebuah penggambaran, bukan untuk menggurui. Aku pun masih belajar dan terus menggali mengenai hal yang paling mendasar: aku ada di track mana?
Gitu juga waktu hari Rabu, 7 Juli 2010. Aku lagi asik nonton TV waktu tiba-tiba BB ku bunyi. Aku lupa jam berapa, sekitar jam 11 malem kalo nggak salah. Yak, dan saat itu aku juga tahu kalau sesi curhat dimulai, saatnya dokter cinta buka praktik. Buat aku pribadi, asik-asik aja terima curhatan temen. Seperti waktu itu juga asik-asik aja. Singkat cerita, sesi curhat lanjut terus sampe jam setengah dua pagi. Dari hasil setiap cerita temen-temen, aku hanya ingin merangkum gambaran yang aku terima, and something that comes from my mind out.
Kadang, setelah berdoa untuk bisa ketemu the right one, kita akhirnya jadi “peka” kalo ada lawan jenis yang mendekat. Terus mulai mencocokkan “benarkah dia?” .
Yaa beberapa, yang memang sudah pas dengan waktu Tuhan, memang ketemu The truly right one, tapi ada juga yang (masih) meleset.
Kenapa kadang kita bilang dia mungkin adalah orang yang tepat? Mungkin karena kita mikir “iya, soalnya kalo diliat dia jalan searah sama kita”. Kalo dari gambar ini, kita bisa liat ada track 1, 2 and 3.
Mari kita berandai – andai kalo kita ada di track pertama. Trus kita tertarik sama si dia di track nomer 2, trus (missaaall) mikir “kayaknya dia ini the one ku. Soalnya kita searah.. lihat deh, jalurnya dia sama aku, punya tujuan yang sama”.Tapi mungkin kalo aku ngeliat dari sisiku, dari pemikiran si anak kecil yang juga masih belajar ini, aq mungkin memunculkan satu gambar lagi..

Dari gambar ini, yang aku pengen bilang..
Mungkin bukan orang yang kita lihat jalan searah sama kita, tapi orang yang juga ada di track yang sama kyk kita, hingga someday berdasarkan waktunya Tuhan, kita bisa “ketemu” atau yaahh.. “berpapasan”. Aku mengartikan track ini sebagai visi, passion. Munggkkiin..kita nanti ketemu sama orang yang visi nya beda, ato sekarang lagi sama orang yang visi n pandangannya beda sama kita. Tapi bukan berarti kita ada di lain track.
Contoh: A punya visi, passion, untuk bergerak dalam hal-hal yang menyangkut keluarga. B, punya visi untuk bergerak dalam hal – hal yang menyangkut lansia. Nah, IF they were really meant to be together, mungkin saat mereka sudah berkeluarga, mereka bisa melayani, mendamaikan keluarga-keluarga, mengajarkan bagaimana anak dan cucu, bagaimana hidup melayani orang tuanya, kakek-neneknya. Entahlah, banyak hal yang dapat dikerjakan bersamaan. Yah istilahnya kalo perusahaan tuh merger.
pada saat kita ada di track 1 atau 2 atau 3, kita noleh kiri-kanan, kita bakal ngeliat ada orang - orang yang searah sama kita. Tapi searah bukan kita nanti akan sampai di tempat yang sama. Orang yang akan berhenti di tempat-tempat yang sama dengan kita, adalah orang yang berada di jalur (track) yang sama dengan kita sekalipun tampaknya arahnya berlawanan. postingan ini hanya sebuah penggambaran, bukan untuk menggurui. Aku pun masih belajar dan terus menggali mengenai hal yang paling mendasar: aku ada di track mana?
Sunday, June 20, 2010
Putaran (nyaris) Akhir
Cerita sebelumnya:
Putaran Kelima Pacuan Kuda: Sidang Skripsi
Selesaiii sidang skripsi… perjuangan ternyata belooommm berakhir.
Ngapain aja? Baiklah, dengan sabar, satu persatu bakal aku tulis di sini.
PERTAMA: Revisi. Revisinya harus ngurus ke empat dosen. 2 dosen pembimbing, 2 dosen penguji. Nemuin satu dosen aja bisa 1 hari sendiri. Jadi janjian dulu, bawa lembare revisi, ditunjukkin. Kalo udah oke, ya lanjut ke dosen berikutnya. Kalo ga oke? Ya kembali lagi besoknya bawa revisinya. Di berita acara revisi, harus ngumpulin tanda tangan 4 dosen itu. Kalo revisi belom oke, ya empat dosen juga belom mau tanda tangan. Jadi yaah, lumayan..kalo diliat-liat, harus nyediain waktu 4 hari. Kejar – kejaranku pun dimulai. Ada yang bsia hari rabu, ada dosen yang bsia hari kamis, ada yang bakal keluar kota hari jumat.. uooo…Mau nggak mau, ada hari yang aku cuti dari kantor untuk bener-bener nungguin dosen yang suit ditemui.
KEDUA: Minta nomer ke Tata Usaha (TU). Gimana caranya? Habis kejar-kejaran tanda tangan sama 4 dosen, kumpulin berita acara revisinya ke TU. Dari TU, keluarlah nomer skripsi kita. TU jurusan tutup jam 15.30. Waktu itu hari jumat, aku “nongkrong” di kampus demi dapet tanda tangan. Akhirnya tanda tangan aku dapetin jam 15.28. Mepeeet sama jadwal TU tutup. Aku inget banget jam nya karena waktu itu TU udah nyaris tutup dan aku dengan muka melas penuh harap-harap cemas berharap aku masih bisa ngumpulin and dapet nomer. Apa yang akan terjadi kalo aku nggak dapet nomer di hari jumat (11/6) ini?
1. Ngurus nomer baru hari senin. Akibatnya: baru bisa ngurus CD skripsi hari senin. Sedangkan ngurus CD itu, harus memasukkan nomer skripsi, judul skripsi, sama tanda tangan 2 pembimbing and kajur. Bisa bayangin nyariin lagi dosen dan sliweran dari kampus habis dapet nomer, ke pengeprint’an CD, terus kembali lagi minta tanda tangan ke dosen – dosen untuk ditempel di CD. Fuuhh….
Puji Tuhan, dapet nomer di hari jumat. Artinya, di rumah bisa ngeprint CD, halaman kulit skripsi, dan smua dokumen-dokumennya. Buat apa? Buat hari senin (14/6) dibawa ke kampus, dan meluncur ke dosen, minta tanda tangan.. terus meluncur ke perpus untuk dicek di perpus.
Skripsi diapain di perpus:
Jadi begini, perjuangan belum berakhir. Di perpus, kita masukkin skripsi kita ke perpus lantai 6. Ditinggal sehari, buat di cek tata tulisnya.
Berlanjut ke hari selasa (15/6).
Perjuangan panjang pun dimulai lagi. Dari perpus, habsi tata tulis di cek, aku langsung revisi di kampus pake laptop dengan tujuan bisa kumpulin lagi ke perpus, jadi menghemat waktu.. saya bisa ngantor lagi dengan normal.
Habis revisi, berbekal flasdisk, meluncurlah diriku ke pengeprint’an. Hasilnya, semua pengeprint’an full sodara-sodara… Singkat cerita, setelah perjuangan panjang, akhirnya semua dokumen-dokumen sudah diprint. Habis ngeprint, bawa lagi ke perpus, buat approval. Perpus bagian revisi tutup jam setengah empat, aku sampe sana (lagi-lagi) setengah empat kurang dikit. Entah berapa dikit, yang pasti mepet. Habis approval dari perpus, harus ngeburn semua softcopy nya ke CD. Konyolnya, aku lupa scan 1 halaman pengesahan buat diburn. Mulailah muter2 lagi cari scanner. Berhasil scan 1 dokumen, di burn lah dokumen itu dalam bentuk CD. Habis diburn dalam bentuk CD, meluncurlah lagi aku ke bagian Puskom (Pusat Komputer) kampus, minta tolong untuk dokumen skripsiku di convert ke format PDF. Habis ngeburn di puskom, aku meluncur lagi ke perpus. Kali ini bagian pengumpulan soft copy. Sampe sana di cek lagi, dan ternyata, ada 1 halaman yang seharusnya di print ganda. Yaaak, perjuangan dimulai lagi… demi ngeprint 1 halaman, aku pun lari-lari lagi. Perpus bagian softcopy tutup jam 5, aku ngumpulin semuanya mepet banget sama jam 5. Bahkan lebih dikit.. terima kasih Tuhan untuk mbak perpus yang menolong sayaaa dengan memberi beberapa menit kelonggaran.
hasilnya, di hari Selasa ini urusan peprus SELESAI. Next apa?
Rabu (16/6)
Berbekal dokumen bukti penyerahan skripsi ke perpus, pas foto yang sudah disiapin (karena tau, lebih baik saat ada waktu nganggur, siapin perlengkapan administrative kalo nggak mau mondar-mandir ke kampus). Dimulailah pengurusan ke BAAK (Badan Administrasi dan Akademis Kemahasiswaan. Semoga singkatannya bener gini. 4 tahun kuliah dan aku ga’ inget-inget nih BAAK singkatan dari apa. Pokoknya aku tau tempatnya di mana dan untuk mengurus apa. Peace. )
Selesai isi form B4 di BAAK, lanjut ke pengisian data di career center. Habis ngisi dokumen di career center, lanjut ngurus ke KANITRA. Fuuuhhh… puji Tuhan, hari Rabu (16/6) pagi, semua selesaaaaiii… yeaaay..
Berikutnya apa? Yudisium. Apa itu yudisium?
Kita ngumpulin semua syarat-syarat administrative, trus dicek apa sudah lengkap semua dan kita layak wisuda. Oh ya, kl di jurusanku, ada lag yang namanya bikin makalah, minimal 10 halaman. Ini juga syarat yudisium. Jadi…bisa ketebak kan berikutnya apa?
Yak..perjuangan menyelesaikan berkas administrative ‘n makalah untuk yudisium….
Percaya nggak percaya, aku ngetik ini aja sampe ngos-ngos’an. Inget-inget perjuangan selama beberapa hari..dan masih dalam tahap penyelesaian untuk yudisium…
To be continued…
Putaran Kelima Pacuan Kuda: Sidang Skripsi
Selesaiii sidang skripsi… perjuangan ternyata belooommm berakhir.
Ngapain aja? Baiklah, dengan sabar, satu persatu bakal aku tulis di sini.
PERTAMA: Revisi. Revisinya harus ngurus ke empat dosen. 2 dosen pembimbing, 2 dosen penguji. Nemuin satu dosen aja bisa 1 hari sendiri. Jadi janjian dulu, bawa lembare revisi, ditunjukkin. Kalo udah oke, ya lanjut ke dosen berikutnya. Kalo ga oke? Ya kembali lagi besoknya bawa revisinya. Di berita acara revisi, harus ngumpulin tanda tangan 4 dosen itu. Kalo revisi belom oke, ya empat dosen juga belom mau tanda tangan. Jadi yaah, lumayan..kalo diliat-liat, harus nyediain waktu 4 hari. Kejar – kejaranku pun dimulai. Ada yang bsia hari rabu, ada dosen yang bsia hari kamis, ada yang bakal keluar kota hari jumat.. uooo…Mau nggak mau, ada hari yang aku cuti dari kantor untuk bener-bener nungguin dosen yang suit ditemui.
KEDUA: Minta nomer ke Tata Usaha (TU). Gimana caranya? Habis kejar-kejaran tanda tangan sama 4 dosen, kumpulin berita acara revisinya ke TU. Dari TU, keluarlah nomer skripsi kita. TU jurusan tutup jam 15.30. Waktu itu hari jumat, aku “nongkrong” di kampus demi dapet tanda tangan. Akhirnya tanda tangan aku dapetin jam 15.28. Mepeeet sama jadwal TU tutup. Aku inget banget jam nya karena waktu itu TU udah nyaris tutup dan aku dengan muka melas penuh harap-harap cemas berharap aku masih bisa ngumpulin and dapet nomer. Apa yang akan terjadi kalo aku nggak dapet nomer di hari jumat (11/6) ini?
1. Ngurus nomer baru hari senin. Akibatnya: baru bisa ngurus CD skripsi hari senin. Sedangkan ngurus CD itu, harus memasukkan nomer skripsi, judul skripsi, sama tanda tangan 2 pembimbing and kajur. Bisa bayangin nyariin lagi dosen dan sliweran dari kampus habis dapet nomer, ke pengeprint’an CD, terus kembali lagi minta tanda tangan ke dosen – dosen untuk ditempel di CD. Fuuhh….
Puji Tuhan, dapet nomer di hari jumat. Artinya, di rumah bisa ngeprint CD, halaman kulit skripsi, dan smua dokumen-dokumennya. Buat apa? Buat hari senin (14/6) dibawa ke kampus, dan meluncur ke dosen, minta tanda tangan.. terus meluncur ke perpus untuk dicek di perpus.
Skripsi diapain di perpus:
Jadi begini, perjuangan belum berakhir. Di perpus, kita masukkin skripsi kita ke perpus lantai 6. Ditinggal sehari, buat di cek tata tulisnya.
Berlanjut ke hari selasa (15/6).
Perjuangan panjang pun dimulai lagi. Dari perpus, habsi tata tulis di cek, aku langsung revisi di kampus pake laptop dengan tujuan bisa kumpulin lagi ke perpus, jadi menghemat waktu.. saya bisa ngantor lagi dengan normal.
Habis revisi, berbekal flasdisk, meluncurlah diriku ke pengeprint’an. Hasilnya, semua pengeprint’an full sodara-sodara… Singkat cerita, setelah perjuangan panjang, akhirnya semua dokumen-dokumen sudah diprint. Habis ngeprint, bawa lagi ke perpus, buat approval. Perpus bagian revisi tutup jam setengah empat, aku sampe sana (lagi-lagi) setengah empat kurang dikit. Entah berapa dikit, yang pasti mepet. Habis approval dari perpus, harus ngeburn semua softcopy nya ke CD. Konyolnya, aku lupa scan 1 halaman pengesahan buat diburn. Mulailah muter2 lagi cari scanner. Berhasil scan 1 dokumen, di burn lah dokumen itu dalam bentuk CD. Habis diburn dalam bentuk CD, meluncurlah lagi aku ke bagian Puskom (Pusat Komputer) kampus, minta tolong untuk dokumen skripsiku di convert ke format PDF. Habis ngeburn di puskom, aku meluncur lagi ke perpus. Kali ini bagian pengumpulan soft copy. Sampe sana di cek lagi, dan ternyata, ada 1 halaman yang seharusnya di print ganda. Yaaak, perjuangan dimulai lagi… demi ngeprint 1 halaman, aku pun lari-lari lagi. Perpus bagian softcopy tutup jam 5, aku ngumpulin semuanya mepet banget sama jam 5. Bahkan lebih dikit.. terima kasih Tuhan untuk mbak perpus yang menolong sayaaa dengan memberi beberapa menit kelonggaran.
hasilnya, di hari Selasa ini urusan peprus SELESAI. Next apa?
Rabu (16/6)
Berbekal dokumen bukti penyerahan skripsi ke perpus, pas foto yang sudah disiapin (karena tau, lebih baik saat ada waktu nganggur, siapin perlengkapan administrative kalo nggak mau mondar-mandir ke kampus). Dimulailah pengurusan ke BAAK (Badan Administrasi dan Akademis Kemahasiswaan. Semoga singkatannya bener gini. 4 tahun kuliah dan aku ga’ inget-inget nih BAAK singkatan dari apa. Pokoknya aku tau tempatnya di mana dan untuk mengurus apa. Peace. )
Selesai isi form B4 di BAAK, lanjut ke pengisian data di career center. Habis ngisi dokumen di career center, lanjut ngurus ke KANITRA. Fuuuhhh… puji Tuhan, hari Rabu (16/6) pagi, semua selesaaaaiii… yeaaay..
Berikutnya apa? Yudisium. Apa itu yudisium?
Kita ngumpulin semua syarat-syarat administrative, trus dicek apa sudah lengkap semua dan kita layak wisuda. Oh ya, kl di jurusanku, ada lag yang namanya bikin makalah, minimal 10 halaman. Ini juga syarat yudisium. Jadi…bisa ketebak kan berikutnya apa?
Yak..perjuangan menyelesaikan berkas administrative ‘n makalah untuk yudisium….
Percaya nggak percaya, aku ngetik ini aja sampe ngos-ngos’an. Inget-inget perjuangan selama beberapa hari..dan masih dalam tahap penyelesaian untuk yudisium…
To be continued…
Putaran Kelima Pacuan Kuda: Sidang Skripsi
Cerita Sebelumnya: Putaran Keempat Pacuan Kuda : Sidang Mandiri
Yak..This is the day.. Inilah hari di mana 4 tahun kuliahku di Fakultas Ilmu Komunikasi – Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra akan aku pertanggung jawabkan. Hari di mana kerja kerassatu bulan ngerjain skripsi sambil kerja akan terjawab. Hari di mana aku sebagai kuda pacuan akan menyongsong garis finishku.
Selasa, 1 Juni 2010, jam 09.00 sidang skripsi atas nama Natasha Benita, NRP 51406001 pun diadakan. Intermezzo sedikit, aku suka sama waktu diadakannya sidang skripsiku. Kenapa?
Diadakan pada : tanggal 1 bulan 6
NRP ku adalah: 06 . 001 (514 adalah kode jurusan).
Tanggal lahirku: tanggal 6 bulan 1
Giliran maju: ke-1
Berbekal doa, iman, hikmat, dan kekuatan dari Tuhan, tibalah aku di kampus dengan kondisi yang siap. Pake Hem putih, celana kain hitam, bawa tas isinya buku-buku (just in case I will need it), plus tas laptop. Pake jam tangan warna tembaga, aku turun dari mobil and said to myself “okay, this is it!”.
Ada yang bilang hari – hari menuju sidang skripsi bakal tegang nggak karuan. Jujur, untuk orang yang gampang panik kayak aku, justru pikiranku relatif tenang. Sama sekali nggak ada kekuatiran walaupun kemarin waktu sidang mandiri, penelitianku dibilang “kosong”. Ini juga hasil dari berkoordinasi sama dosen pembimbing beberapa hari sebelum sidang skripsi. Karena itu, sekali lagi, aku bersyukur punya 2 pembimbing yang luar biasa, Fanny Lesmana, S.Sos., dan Desi Yoanita, S.Sos.
Okaaay..aku sudah tenang, giliran orang-orang sekitarku yang kayaknya “sibuk” menenangkanku. Dari tanggal 31 mei 2010, HPku buuunyyii terus.. isinya telepon and pesen yang mengamanatkan aku untuk tenang and rileks. Aku yang awalnya tenang, jadi malah bingung, ni yang bingung benernya siapa.. I’m doing great. Weell, tapi itu semua juga karena mereka sayang sama aku. Thx guys.. =)
Kembali lagi di hari H. Begitu sampai kampus, aku ke ruangan Miss desi (MD) dulu. Ngobrol..sama – sama menyiapkan diri. Jam 09.00, aku menuju ruang rapat dosen, karena di sanalah sidangku bakal dilaksanakan. Kemudian disusul MD and kak Fan (Fanny Lesmana, S.Sos, pembimbing 1 ku). Kita masuk dulu ke ruang siding, kita berdoa bertiga dulu, sambil menunggu dua dosen penguji untuk masuk. Kondisi jantung and pikiran ku saat itu: relatif stabil.
Tidak lama waktu berselang, masuklah ketua tim penguji. Disusul oleh dosen penguji kedua beberapa menit kemudian. Aku menjelaskan penelitianku, bab demi bab dengan penuh keyakinan. Kalo ditanya tegang, sebenernya sih lebih tegang waktu mau sidang mandiri n sidang seminar (proposal skripsi). Kenapa? Karena kalo sidang skripsi, aku sih ngerasa PD aja, karena aku tahu dosen pembimbingku ada di ruangan. Yaah, kurang lebih kayak ngerasa ada ¬back-up hehehe..
Selesai presentasi, dimulailah babak tanya jawab. Aheeey.. ini babak yang seru dalam presentasi skripsi. Dimulai pertanyaan dari ketua tim penguji. Dilanjutkan dengan pertanyaan dari penguji kedua. Satu catatan buat yang mau maju sidang skripsi: sidang skripsi nggak se-menyeramkan yang kita bayangin. Lebih kayak diskusi tentang penelitianmu, mengapa, bagaimana, kapan.. yah begitulah.
Selesai tanya jawab, aku dipersilahkan untuk keluar dulu dari ruangan sidang. Menunggu di luar, sambil para dosen merundingkan hasil sidangku. Aku keluar ruang sidang dan diserbu pertanyaan sama beberapa mahasiswa yang lagi nunggu giliran sidang, “gimana di dalem?”, “diuji siapa?”, “ditanyain apa?” dan jawabanku Cuma satu: santai ajaaaa..yang penting kita menguasai materinya.
10 menit kemudian, aku dianggil lagi masuk ruang sidang. Di sinilah hasil presentasi ku akan disebutkan jawabannya. Thx God, aku lulus. Ya, lulus..
Kenapa ditulisnya kayaknya datar? Bukan nggak bersyukur, Cuma rasanya kayak sudah habis tenaga untuk bisa bersorak bahagia. Hal yang ada di hati waktu itu bener-bener Cuma bisa nyebut : terima kasih Yesus, terima kasih Yesus. Nggak tau sampe berapa kali. Begitu keluar ruang sidang, hal yang ada di kepala Cuma :SUDAH SELESAI…..
Ucapan dan pelukan selamat dari temen – temen pun berdatangan. Fiuuuhh… kayak beban 4 tahun sudah terbayar……..
Terus, kalo sidang skripsi udah selesai..next nya apa?
To be continued to
Putaran (nyaris) Akhir
Yak..This is the day.. Inilah hari di mana 4 tahun kuliahku di Fakultas Ilmu Komunikasi – Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra akan aku pertanggung jawabkan. Hari di mana kerja kerassatu bulan ngerjain skripsi sambil kerja akan terjawab. Hari di mana aku sebagai kuda pacuan akan menyongsong garis finishku.
Selasa, 1 Juni 2010, jam 09.00 sidang skripsi atas nama Natasha Benita, NRP 51406001 pun diadakan. Intermezzo sedikit, aku suka sama waktu diadakannya sidang skripsiku. Kenapa?
Diadakan pada : tanggal 1 bulan 6
NRP ku adalah: 06 . 001 (514 adalah kode jurusan).
Tanggal lahirku: tanggal 6 bulan 1
Giliran maju: ke-1
Berbekal doa, iman, hikmat, dan kekuatan dari Tuhan, tibalah aku di kampus dengan kondisi yang siap. Pake Hem putih, celana kain hitam, bawa tas isinya buku-buku (just in case I will need it), plus tas laptop. Pake jam tangan warna tembaga, aku turun dari mobil and said to myself “okay, this is it!”.
Ada yang bilang hari – hari menuju sidang skripsi bakal tegang nggak karuan. Jujur, untuk orang yang gampang panik kayak aku, justru pikiranku relatif tenang. Sama sekali nggak ada kekuatiran walaupun kemarin waktu sidang mandiri, penelitianku dibilang “kosong”. Ini juga hasil dari berkoordinasi sama dosen pembimbing beberapa hari sebelum sidang skripsi. Karena itu, sekali lagi, aku bersyukur punya 2 pembimbing yang luar biasa, Fanny Lesmana, S.Sos., dan Desi Yoanita, S.Sos.
Okaaay..aku sudah tenang, giliran orang-orang sekitarku yang kayaknya “sibuk” menenangkanku. Dari tanggal 31 mei 2010, HPku buuunyyii terus.. isinya telepon and pesen yang mengamanatkan aku untuk tenang and rileks. Aku yang awalnya tenang, jadi malah bingung, ni yang bingung benernya siapa.. I’m doing great. Weell, tapi itu semua juga karena mereka sayang sama aku. Thx guys.. =)
Kembali lagi di hari H. Begitu sampai kampus, aku ke ruangan Miss desi (MD) dulu. Ngobrol..sama – sama menyiapkan diri. Jam 09.00, aku menuju ruang rapat dosen, karena di sanalah sidangku bakal dilaksanakan. Kemudian disusul MD and kak Fan (Fanny Lesmana, S.Sos, pembimbing 1 ku). Kita masuk dulu ke ruang siding, kita berdoa bertiga dulu, sambil menunggu dua dosen penguji untuk masuk. Kondisi jantung and pikiran ku saat itu: relatif stabil.
Tidak lama waktu berselang, masuklah ketua tim penguji. Disusul oleh dosen penguji kedua beberapa menit kemudian. Aku menjelaskan penelitianku, bab demi bab dengan penuh keyakinan. Kalo ditanya tegang, sebenernya sih lebih tegang waktu mau sidang mandiri n sidang seminar (proposal skripsi). Kenapa? Karena kalo sidang skripsi, aku sih ngerasa PD aja, karena aku tahu dosen pembimbingku ada di ruangan. Yaah, kurang lebih kayak ngerasa ada ¬back-up hehehe..
Selesai presentasi, dimulailah babak tanya jawab. Aheeey.. ini babak yang seru dalam presentasi skripsi. Dimulai pertanyaan dari ketua tim penguji. Dilanjutkan dengan pertanyaan dari penguji kedua. Satu catatan buat yang mau maju sidang skripsi: sidang skripsi nggak se-menyeramkan yang kita bayangin. Lebih kayak diskusi tentang penelitianmu, mengapa, bagaimana, kapan.. yah begitulah.
Selesai tanya jawab, aku dipersilahkan untuk keluar dulu dari ruangan sidang. Menunggu di luar, sambil para dosen merundingkan hasil sidangku. Aku keluar ruang sidang dan diserbu pertanyaan sama beberapa mahasiswa yang lagi nunggu giliran sidang, “gimana di dalem?”, “diuji siapa?”, “ditanyain apa?” dan jawabanku Cuma satu: santai ajaaaa..yang penting kita menguasai materinya.
10 menit kemudian, aku dianggil lagi masuk ruang sidang. Di sinilah hasil presentasi ku akan disebutkan jawabannya. Thx God, aku lulus. Ya, lulus..
Kenapa ditulisnya kayaknya datar? Bukan nggak bersyukur, Cuma rasanya kayak sudah habis tenaga untuk bisa bersorak bahagia. Hal yang ada di hati waktu itu bener-bener Cuma bisa nyebut : terima kasih Yesus, terima kasih Yesus. Nggak tau sampe berapa kali. Begitu keluar ruang sidang, hal yang ada di kepala Cuma :SUDAH SELESAI…..
Ucapan dan pelukan selamat dari temen – temen pun berdatangan. Fiuuuhh… kayak beban 4 tahun sudah terbayar……..
Terus, kalo sidang skripsi udah selesai..next nya apa?
To be continued to
Putaran (nyaris) Akhir
Wednesday, June 2, 2010
Putaran Keempat Pacuan Kuda : Sidang Mandiri
Cerita Sebelumnya:
Putaran Ketiga : The Time Is (really) Running Out
Setelah skripsi berhasil terkumpul, bukan berarti langsung menuju ke sidang skripsi. masih ada beberapa syarat lagi di jurusanku untuk bisa sidang skripsi. Okay, akan aku Breakdown syaratnya:
1. Mengikuti Sidang Mandiri, sebagai Penyaji
2. Menjadi peserta sidang mandiri minimal 10 kali sepanjang semester pengajuan skripsi. Termasuk di dalamnya minimal 1 kali sebagai moderator bagi penyaji lain
3. Sebagai peserta, Mengajukan minimal 5 pertanyaan, dari keseluruhan sidang mandiri yang diikuti dalam 1 semester.
4. Saat menjadi penyaji, harus mengumpulkan minimal 10 peserta. Syarat sebagai peserta adalah mahasiswa yang sudah lulus seminar.
5. Saat menjadi penyaji, harus mendapatkan minimal 5 pertanyaan dari peserta.
pertanyaannya, apa itu sidang mandiri? sidang mandiri tuh kayak sidang praskripsi. jadi juga ada 2 dosen yang bakal tanya ke kita, sebagai penyaji, terkait skripsi yang udah kita buat. penguji sidang mandiri, dan penguji sidang skripsi nantinya bisa sama, bisa juga beda.
Berhubung aku dari awal nggak ada rencana untuk maju sidang semester ini, jadi di sidang-sidang mandiri sebelumnya, aku sama sekali nggak dateng. kesimpulannya, dalam waktu 3 hari diadakannya sidang mandiri tahap ini, aku harus dateng minimal di 10 sidang temen-temen. Yah memang banyak temen yang maju sidang mandiri juga di tahap ini, tapi kan dalam 1 kali sidang, bisa langsung 3 orang. nggak mungkin kan aku ada di 3 tempat sekaligus. Puji Tuhan, dalam waktu dua hari, 10 kehadiran ke sidang mandiri lain berhasil terpenuhi, bahkan lebih. aku minimal tanya 5 pertanyaan juga sudah terpenuhi, malah total aku tanya sekitar 7 kali.
Hari kedua penyelenggaraan sidang mandiri adalah giliranku maju, jam 12, hari kamis, tanggal 27 Mei 2010.
Puji Tuhan, peserta sidangku lebih dari 10. Pertanyaan demi pertanyaan pun diajukan, baik dari dosen maupun dari peserta.
Begitu panjang proses sidang mandiri, singkat cerita aku keluar sidang mandiri sambil melongo. Kenapa? pernyataan dan pertanyaan dari dosen penguji sidang mandiri membuat down. intinya adalah penelitianku ini sepertinya..."kosong". nggak ada isinya.. Tapi ya udah, toh skripsiku udah terkumpul, beberapa hari lagi juga sidang skripsi.
Berkonsultasilah aku sama dua dosen pembimbingku, tentang masukan dan pertanyaan dari penguji sidang mandiri. Puji Tuhan dan Terima Kasih Tuhan aku punya 2 dosen pembimbing yang selalu bisa menenangkanku. Kita diskusi, menyiapkan "formula" supaya aku siap untuk sidang skripsi minggu depan.
Final Presentation, here i come...
to be continued...
Putaran Ketiga : The Time Is (really) Running Out
Setelah skripsi berhasil terkumpul, bukan berarti langsung menuju ke sidang skripsi. masih ada beberapa syarat lagi di jurusanku untuk bisa sidang skripsi. Okay, akan aku Breakdown syaratnya:
1. Mengikuti Sidang Mandiri, sebagai Penyaji
2. Menjadi peserta sidang mandiri minimal 10 kali sepanjang semester pengajuan skripsi. Termasuk di dalamnya minimal 1 kali sebagai moderator bagi penyaji lain
3. Sebagai peserta, Mengajukan minimal 5 pertanyaan, dari keseluruhan sidang mandiri yang diikuti dalam 1 semester.
4. Saat menjadi penyaji, harus mengumpulkan minimal 10 peserta. Syarat sebagai peserta adalah mahasiswa yang sudah lulus seminar.
5. Saat menjadi penyaji, harus mendapatkan minimal 5 pertanyaan dari peserta.
pertanyaannya, apa itu sidang mandiri? sidang mandiri tuh kayak sidang praskripsi. jadi juga ada 2 dosen yang bakal tanya ke kita, sebagai penyaji, terkait skripsi yang udah kita buat. penguji sidang mandiri, dan penguji sidang skripsi nantinya bisa sama, bisa juga beda.
Berhubung aku dari awal nggak ada rencana untuk maju sidang semester ini, jadi di sidang-sidang mandiri sebelumnya, aku sama sekali nggak dateng. kesimpulannya, dalam waktu 3 hari diadakannya sidang mandiri tahap ini, aku harus dateng minimal di 10 sidang temen-temen. Yah memang banyak temen yang maju sidang mandiri juga di tahap ini, tapi kan dalam 1 kali sidang, bisa langsung 3 orang. nggak mungkin kan aku ada di 3 tempat sekaligus. Puji Tuhan, dalam waktu dua hari, 10 kehadiran ke sidang mandiri lain berhasil terpenuhi, bahkan lebih. aku minimal tanya 5 pertanyaan juga sudah terpenuhi, malah total aku tanya sekitar 7 kali.
Hari kedua penyelenggaraan sidang mandiri adalah giliranku maju, jam 12, hari kamis, tanggal 27 Mei 2010.
Puji Tuhan, peserta sidangku lebih dari 10. Pertanyaan demi pertanyaan pun diajukan, baik dari dosen maupun dari peserta.
Begitu panjang proses sidang mandiri, singkat cerita aku keluar sidang mandiri sambil melongo. Kenapa? pernyataan dan pertanyaan dari dosen penguji sidang mandiri membuat down. intinya adalah penelitianku ini sepertinya..."kosong". nggak ada isinya.. Tapi ya udah, toh skripsiku udah terkumpul, beberapa hari lagi juga sidang skripsi.
Berkonsultasilah aku sama dua dosen pembimbingku, tentang masukan dan pertanyaan dari penguji sidang mandiri. Puji Tuhan dan Terima Kasih Tuhan aku punya 2 dosen pembimbing yang selalu bisa menenangkanku. Kita diskusi, menyiapkan "formula" supaya aku siap untuk sidang skripsi minggu depan.
Final Presentation, here i come...
to be continued...
Akhir Putaran Ketiga: The Time is (really) Running Out
Cerita sebelumnya:
Putaran Ketiga Pacuan Kuda : Time Is Running Out
Senin 24 Mei 2010
Pagi jam 08.00 Udah sampe di kampus.
Perlengkapan:
7 Rangkap Skripsi
1 laptop
1 tas isinya buku and barang pribadi
First Stop: BAAK
Ngurus transkrip nilai, yang notabene salah satu syarat ngumpulin skripsi. Ngurus jam 8 pagi, dan baru selesai jam 2 siang. Baiklah, berdasarkan "selentingan" yang beredar, batas akhir pengumpulan jam 12. terus gimana? ga tau, pasrah.
Next stop: TU Jurusan
minta KRS, yang juga syarat pengumpulan. Waktu di TU, baru tau kalo ternyata juga ada form checklist pengumpulan. Dan jelas, kalo aku juga nggak punya form itu. Baiklah, meluncur ke fotokopian untuk ngedapetin tu form.
Next stop: ruang kajur a.k.a ruang MD
Mau minta tanda tangan untuk lembar pengesahan. MD pun sukses membubuhkan tanda tangannya di lembar pengesahan.
brarti yang kurang: transkrip nilai, and tanda tangan pembimbing 1. nongkrong di kampus, nunggu sampe pembimbing 1 alias kak fan dateng..
sambil nunggu waktu, bantuin temen, henry saputra alwi, yang juga berjuang untuk bisa ngumpulin skripsi hari ini.
jam demi jam berlalu, ni skripsi nggak kunjung ditanda tangani...dag dig dug..
Pengumpulan skripsi yang "gosipnya" jam 12, aish diberi toleransi pengumpulan sampe jam 3 sore. Yooosshh, jam setengah 2 langsung meluncur ke BAAK untuk ngurus transkrip, and DONE. Terus nagih tanda tangan dari kak fan, and DONE. 7 Rangkap Terkumpul!
What else can i say kalau bukan itu semua karena Kasih Karunia-Nya. Logically, there are few things that might have stroked me back:
1. Verdict by Kak Fan and MD which said it was impossible for me to submit my mini-thesis by this semester.
2. As we know at first, mini-thesis supposed to be due on may, 17th 2010.
3. I worked on my mini-thesis while working. i couldn't be focus just on my research to finish it early
After all, People might say anything, but all i know is: HE REIGNS and HE'S ALIVE! Do our part as best as we could! nggak perlu mikir kapan ini akan selesai, untung-ruginya. percayalah segala sesuatu tidak akan sia-sia. Nggak ada yang nyangka aku bisa ngumpulin tanggal 24 Mei 2010, karena dari awal, aq sudah divonis baru selesai semester depan sama dosen pebimbingku. Nggak ada yang nyangka tanggal pengumpulan tiba-tiba bisa mundur seminggu. Sekalipun mundur seminggu, aku pun masih nggak nyangka kalo ternyata aku bisa menyelesaikan tepat waktu. tercatat 21 APRIL 2010 Bibingan bab 1, 22 MEI ACC KESELURUHAN. 1 bulan! It was all by HIS GRACE and GREATNESS, it has always be, and will always be by HIS GRACE and GREATNESS.
Be Ready For Every Challenge, for if you were ready, every challenge would be a great opportunity to move forward!
Continued to: Putaran Keempat : Sidang Mandiri
Putaran Ketiga Pacuan Kuda : Time Is Running Out
Senin 24 Mei 2010
Pagi jam 08.00 Udah sampe di kampus.
Perlengkapan:
7 Rangkap Skripsi
1 laptop
1 tas isinya buku and barang pribadi
First Stop: BAAK
Ngurus transkrip nilai, yang notabene salah satu syarat ngumpulin skripsi. Ngurus jam 8 pagi, dan baru selesai jam 2 siang. Baiklah, berdasarkan "selentingan" yang beredar, batas akhir pengumpulan jam 12. terus gimana? ga tau, pasrah.
Next stop: TU Jurusan
minta KRS, yang juga syarat pengumpulan. Waktu di TU, baru tau kalo ternyata juga ada form checklist pengumpulan. Dan jelas, kalo aku juga nggak punya form itu. Baiklah, meluncur ke fotokopian untuk ngedapetin tu form.
Next stop: ruang kajur a.k.a ruang MD
Mau minta tanda tangan untuk lembar pengesahan. MD pun sukses membubuhkan tanda tangannya di lembar pengesahan.
brarti yang kurang: transkrip nilai, and tanda tangan pembimbing 1. nongkrong di kampus, nunggu sampe pembimbing 1 alias kak fan dateng..
sambil nunggu waktu, bantuin temen, henry saputra alwi, yang juga berjuang untuk bisa ngumpulin skripsi hari ini.
jam demi jam berlalu, ni skripsi nggak kunjung ditanda tangani...dag dig dug..
Pengumpulan skripsi yang "gosipnya" jam 12, aish diberi toleransi pengumpulan sampe jam 3 sore. Yooosshh, jam setengah 2 langsung meluncur ke BAAK untuk ngurus transkrip, and DONE. Terus nagih tanda tangan dari kak fan, and DONE. 7 Rangkap Terkumpul!
What else can i say kalau bukan itu semua karena Kasih Karunia-Nya. Logically, there are few things that might have stroked me back:
1. Verdict by Kak Fan and MD which said it was impossible for me to submit my mini-thesis by this semester.
2. As we know at first, mini-thesis supposed to be due on may, 17th 2010.
3. I worked on my mini-thesis while working. i couldn't be focus just on my research to finish it early
After all, People might say anything, but all i know is: HE REIGNS and HE'S ALIVE! Do our part as best as we could! nggak perlu mikir kapan ini akan selesai, untung-ruginya. percayalah segala sesuatu tidak akan sia-sia. Nggak ada yang nyangka aku bisa ngumpulin tanggal 24 Mei 2010, karena dari awal, aq sudah divonis baru selesai semester depan sama dosen pebimbingku. Nggak ada yang nyangka tanggal pengumpulan tiba-tiba bisa mundur seminggu. Sekalipun mundur seminggu, aku pun masih nggak nyangka kalo ternyata aku bisa menyelesaikan tepat waktu. tercatat 21 APRIL 2010 Bibingan bab 1, 22 MEI ACC KESELURUHAN. 1 bulan! It was all by HIS GRACE and GREATNESS, it has always be, and will always be by HIS GRACE and GREATNESS.
Be Ready For Every Challenge, for if you were ready, every challenge would be a great opportunity to move forward!
Continued to: Putaran Keempat : Sidang Mandiri
Putaran Ketiga Pacuan Kuda: Time Is Running Out

Cerita Sebelumnya:
Putaran Kedua Pacuan Kuda: Proses Bimbingan
dari tanggal pengumuman kalo pengumpulan dimundurin, bimbingan masih berjalan seperti biasanya. jadi begitu aku selesai bimbingan, langsung revisi and progress sebisa mungkin aku kerjain malemnya. besoknya kerja di kantor, selesain semua tugas kantor, malem lanjut garap skripsi lagi. bersenang-senang? itu ada di kamus hidup di halaman paling belakang untuk sementara...
mulai tanggal 17 Mei hingga 24 Mei, intensitas bimbingan pun menggila. Menggila bukan cuma karena Kak Fan and MD yang menyediakan waktu lebih buat aku, tapi karena aku yang ngejar mereka. Progress demi progress kalau bisa aku kerjain cepet, trus kalo bisa aku camping sekalian di kampus. otomatis,Mau ga mau harus ijin cuti dari kantor untuk sementara demi menyelesaikan huru-hara ini.
Dari tanggal 19-21 Mei aku gila-gila'an camping di kampus, dari pagi sampe sore, ngerjain skripsi, trus langsung bimbingan. itupun masih harus sliweran ke pengeprint'an buat ngeprint. jadi habis ngetiikk, ngeprint, bimbingan. Habis bimbingan, revisi, ngeprint lagi, bimbingan. Telepon HP juga terus nyala, gimanapun juga urusan kantor nggak bisa ditinggal. Badan bisa cuma ada di kampus, tapi kepala langsung ada di dua tempat. Jujur, aku menggila....
Bahkan sampai hari Jumat, tanggal 21 Mei, bab 4 dan 5 belum fix... Sudah nggak ada pikiran, tanggal 24 Mei masih bisa ngumpulin atau nggak. kayak kata kak fan "sudah, yang penting lakukan apa yang bisa kamu lakukan".
Jumat malem, seorang teman bernama henry kirim pesen ke HP: "Cha, sudah ngurus transkrip n KRS buat syarat ngumpulin skripsi?"
jawabanku: "APAA?? pake syarat2 begitu? aq lho belum ngurus apa-apa."
Okay, itu Jumat malam, yang mana administrasi kampus sudah tutup, hari sabtu juga tutup. berarti Senin baru bisa diurus, sedangkan biasanya kalo ngurus makan waktu 1 hari. Jadi kalo diurus Senin, baru selesai Selasa. DAG DIG DUG. Gimana dong? biarlah itu jadi misteri hari Senin, since nothing i can do. maklum, gara-gara nggak nyangka kalo ada kemungkinan masih bisa kumpul tanggal 24 Mei, jadi yaa.. santai aja, nggak terlalu merhatiin syarat-syarat pengumpulan. Terus waktu hari-hari ini menggila, makin nggak fokus sama syarat2 pengumpulan soalnya cuma kepikiran "gimana caranya nyelesai'in ini?"
tgl 22, hari sabtu: bimbingan udah di atur seharian. Pagi di Galaxy Mall, Sore di PTC. Pagi bimbingan bab 4 dan 5 sama MD. Puji Tuhan, setelah berjam-jam bimbingan, ACC. langsung lanjut ke rumah dulu, ngeprint utuh dari bab 1-5, cepet2 meluncur di PTC untuk ketemu kak fan.
Sampe PTC, bimbingan rame-rame sama anak bimbing yang laen. Salah satu cafe di PTC serasa udah berubah jadi warnet. Isinya sekumpulan perempuan, dengan laptop yang menyala di sana sini untuk bimbingan. singkat cerita, hasilnya: Taraaaa.... Puji Tuhan Acc. fiuhh.... tanggal 21 April bibingan bab 1, tanggal 22 Mei ACC smuanya.
Minggu tgl 23 Mei 2010: Fotocopy Rangkap 7.
Senin, 24 Mei 2010: ...to be continued to Akhir Putaran Ketiga Pacuan Kuda : The Time is (really) Running Out
Subscribe to:
Posts (Atom)